Kompas.com - 22/06/2017, 17:12 WIB
EditorGlori K. Wadrianto

MANILA, KOMPAS.com - Para pengungsi korban konflik bersenjata di Marawi yang rumahnya hancur akibat pertempuran, akan mendapatkan tenda khurus untuk sekeluarga.

Mereka tak akan menerima uang untuk tempat penampungan darurat.

Hal itu ditegaskan Menteri Kesejahteraan dan Pembangunan Sosial Filipina Judy Taguiwalo, Kamis (22/6/2017), seperti dilansir News ABS CBN.

"Ini bisa segera digunakan, daripada bantuan tempat penampungan darurat, karena anda harus menunggu validasi sebelum anda memilikinya," kata Taguiwalo dalam sebuah konferensi pers.

"Setiap tenda bisa menampung hingga delapan orang dan memiliki jendela untuk ventilasi," kata dia.

Taguiwalo mengatakan, pemerintah berusaha menyediakan satu tenda berukuran keluarga untuk masing-masing keluarga.

Tercatat, ada 69.434 keluarga yang dievakuasi dari Marawi.

Meskipun pengadaan untuk tempat penampungan sementara dimulai tiga minggu yang lalu, penerima harus tinggal lebih lama di pusat evakuasi atau menumpang di rumah keluarga mereka.

Sebab Departemen Sosial dan Kesejahteraan Filipina masih harus berurusan dengan birokrasi untuk pengadaan itu.

"Kami punya masalah dengan pengadaan, karena penawarannya gagal, tapi kami cepat melacaknya," kata Taguiwalo.

Pemerintah telah menyiapkan dana Rp 175 miliar untuk pengadaan tenda, serta paket makanan halal, peralatan kebersihan, dan barang-barang non-makanan lainnya.

Data pemerintah menunjukkan, jumlah pengungsi dari  Marawi sebesar 200.000 orang. Namun Taguiwalo menghitung perkiraan masih ada 140.000 lagi yang mengalami nasib serupa.

Mereka adalah warga yang tinggal di desa-desa terpencil juga kehilangan tempat tinggal, setelah kelompok Maute mendatangkan malapetaka.

Baca: Menengok Sepak Terjang Maute Bersaudara di Filipina

aka di Kota Islam.


Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.