Kompas.com - 22/06/2017, 09:31 WIB
EditorPascal S Bin Saju

BAGHDAD, KOMPAS.com – Gerombolan penjahat Negara Islam di Irak dan Suriah (ISIS), Rabu (21/6/2017), meledakkan masjid ikonik Mosul, Irak utara, yang digunakan pemimpin mereka, Abu Bakar al-Baghdadi, untuk mengumumkan dirinya sebagai “khalifah” pada 2014.

Militan ISIS itu meledakkan masjid Nuri (al-Nuri) dan menara miringnya yang sangat bersejarah dan ikonik bagi warga Mosul, yang disebut menara Hadba (al-Hadba). Masjid Nuri merupakan tempat kelahiran kekhalifahan versi ISIS.

Penampilan langka Baghdadi pada Juli 2014 itu merupakan satu-satunya penampilan di depan publik, yang tak pernah ulanginya setelah itu, sampai akhirnya dilaporkan tewas oleh serangan udara Rusia.

Kelompok ISIS dengan cepat mengeluarkan pernyataan melalui kantor berita Amaq,yang menjadi corong propagandanya, dengan masjid itu diledakkan oleh serangan AS, seperti dilaporkan kantor berita Agence France-Presse, Kamis (22/6/2017).

Baca: ISIS Bunuh Ratusan Warga Mosul, Mayat Digantung di Tiang Listrik

Namun, koalisi pimpinan AS tersebut mengecam penghancuran tersebut sebagai sebuah kejahatan terhadap "orang-orang Mosul dan seluruh Irak".

"Pasukan kami maju menuju sasaran mereka jauh di Kota Tua dan ketika mereka tiba dalam jarak 50 meter dari masjid Nuri, Daesh (ISIS) melakukan kejahatan historis lainnya dengan meledakkan masjid itu dan menara Hadba,” kata Letnan Jenderal Abdulamir Yarallah, komandan serangan Mosul, dalam sebuah pernyataan.

Peledakan masjid bersejarah dan paling dikenal di Mosul itu terjadi pada hari keempat serangan Irak yang didukung koalisi pimpinan AS untuk merebut Kota Tua, benteng pertahanan terakhir ISIS.

Tindakan brutal ISIS itu menambah panjang daftar situs warisan dan monumen Irak yang telah hancur oleh gerombolan penjahat di Irak dan Suriah sejak Baghdadi memprolamirkan "kekhalifahan"-nya yang menguasasi sebagian besar wilayah di kedua negara.

Baca: Aksi "Sniper" ISIS Hambat Gerak Maju Pasukan Irak di Mosul

Baghdadi memproklamirkan "kekhalifahan" ISIS pada 4 Juli 2014, setelah menguasai wilayah Sunni Arab, sebuah eksperimen yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam kenegaraan jihadis ISIS.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.