Kompas.com - 21/06/2017, 17:42 WIB
EditorErvan Hardoko

PHOENIX, KOMPAS.com - Lebih dari 40 penerbangan dibatalkan setelah suhu udara di Phoenix, Arizona mencapai 49 derajat Celcius pada Selasa 920/6/2017).

Maskapai penerbangan American Airlines mengumumkan, terpaksa membatalkan puluhan pesawat yang akan lepas landas dari bandara Sky Harbor akibat suhu yang terlalu panas ini.

Baca: Gelombang Panas Terjang Melbourne, Suhu Udara 40 Derajat Celcius

Stasiun telebisi Fox News mengabarkan, pembatalan itu menimpa sebagian penerbangan regional yang menggunakan pesawat Bombardier CRJ yang bisa diterbangkan dalam suhu maksimal 48 derajat Celcius.

Pada suhu yang lebih panas, udara memiliki densitas yang lebih rendah. Dengan densitas rendah mengurangi daya angkat sayap pesawat.

Dengan kondisi seperti itu, mesin pesawat perlu tenaga dorong lebih agar pesawat bisa mengudara.

Dalam laporannya pada 2016, Organisasi Penerbangan Sipil Internasional (ICAO) memperingatkan suhu yang lebih panas akibat perubahan iklim dapat menyebabkan dampak buruk bagi pesawat yang akan lepas landas.

Akibat masalah ini, banyak negara Timur Tengah dan sebagian bandara yang terletak di dataran tinggi Amerika Selatan, baru menerbangkan pesawat pada malam hari di saat suhu lebih dingin.

Pesawat besar seperti Boeing 747 dan Airbus memiliki kemampuan terbang di dalam suhu udara yang lebih panas sehingga tidak terganggu dengan panasnya suhu udara Phoenix.

Pernyataan American Airlines kepada surat kabar The Arizona Republic menyebutkan pesawat berbadan besar dapat terbang dengan dalam suhu maksimum 53 derajat Celcius.

Baca: Sudah 1.000 Orang Tewas akibat Gelombang Panas di Pakistan

Sementara itu, suhu di atas 50 derajat Celcius diperkirakan bakal terjadi di Furnace Creek, Death Valley, California, dan sebagian daerah lainnya.

Pengelola taman nasiional The Death Valley mengeluarkan peringatan kepada para pengunjung untuk agar tidak mendaki bukit setelah pukul 10.00 waktu setempat.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.