Kompas.com - 21/06/2017, 13:15 WIB
EditorErvan Hardoko

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Sebuah jet tempur Rusia terbang dalam jarak 1,5 meter saja dari ujung sayap pesawat pengintai Amerika Serikat di atas Laut Baltik pada Senin (19/6/2017).

Sejumlah pejabat AS, Selasa (20/6/2017), mengatakan, jet tempur Rusia terbang dalam jarak yang membahayakan.

Baca: Jet Tempur Rusia Terbang 3 Meter dari Pesawat AS

Namun Rusia membantah tuduhan Amerika tersebut, dan balik menuduh bahwa pesawat AS melakukan gerakan provokatif terhadap jet mereka.

Pada Senin, Rusia memperingatkan jet-jet AS yang terbang di Suriah bisa menjadi sasaran tembak.

Ancaman itu disampaikan setelah AS menembak jatuh jet AU Suriah yang dituduh melakukan serangan ke arah milisi anti-ISIS yang didukung AS.

Pada Selasa, militer AS menembak jatuh drone bersenjata buatan Iran di Suriah. Situasi ini menambah ketegangan antara Washington dan Moskow, yang bersekutu dengan rezim Suriah.

Insiden pada Senin terjadi 40 kilometer dari Kaliningrad, sebuah wilayah kantong Rusia yang melewati perairan internasional.

"Kami terbang di wilayah udara internasional dan tidak melakukan apapun untuk memprovokasi tindakan mereka," kata juru bicara Pentagon Kapten Jeff Davis kepada wartawan.

Pesawat pengintai AS jenis RC-135, lanjut Davis, terbang dengan menghidupkan transpondernya, sehingga pesawat itu bisa dilihat pesawat lain.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.