Kompas.com - 20/06/2017, 16:26 WIB
Peta letak Arab Saudi dan Iran. Al JazeeraPeta letak Arab Saudi dan Iran.
EditorErvan Hardoko

TEHERAN, KOMPAS.com - Pemerintah Iran membantah kabar penangkapan tiga anggota pasukan Garda Revolusi oleh Angkatan Laut Arab Saudi di dekat sebuah ladang minyak di Teluk Arab.

Majid Aghababaie, kepala masalah perbatasan di Kementerian Dalam Negeri Iran, mengatakan, tiga orang yang ditahan Arab Saudi adalah para nelayan dari kota pesisir Iran, Bushehr.

Baca: Terbukti Jadi Mata-mata Iran, 15 Orang Dihukum Mati Arab Saudi

"Tak ada bukti apapun bahwa mereka adalah personel militer," kata Aghababaie seperti dikutip kantor berita ILNA, Selasa (20/6/2017).

Sebelumnnya, AL Arab Saudi mengatakan, mereka menahan dan menginterogasi tiga pria yang diyakini sebagai anggota pasukan Garda Revolusi Iran.

Ketiga orang itu ditangkap setelah kapal mereka mencoba memasuki perairan Arab Saudi, Jumat pekan lalu.

Sumber resmi AL Arab Saudi menyebut pada 16 Juni 2017 pukul 20.28 waktu setempat, tiga kapal kecil berbendera merah dan putih memasuki perairan Teluk Arab.

AL Arab Saudi yang melakukan pengejaran berhasil menangkap satu perahu sementara dua lainnya berhasil meloloskan diri.

"Mereka melaju dengan kecepatan tinggi menuju ladang minyak Marjan milik Saudi. AL Saudi langsung melepaskan tembakan peringatan tetapi ketiga kapal itu tak merespon," demikian pernyataan AL Arab Saudi seperti dikutip kantor berita SPA.

"Karena tidak merespon kami melakukan pengejaran. Salah satu kapal yang tertangkap berisi penuh senjata untuk tujuan subversif, sementara dua lainnya lolos," lanjut AL Saudi.

Baca: Garda Revolusi Tuding AS dan Arab Saudi Dalangi Serangan di Teheran

Sebuah pernyataan yang dirilis Kementerian Informasi dan Budaya Arab Saudi mengatakan, ketiga kapal tersebut diyakini akan melakukan serangan teror untuk mengakibatkan korban jiwa dan kerugian material.

"Kerajaan Arab Saudi menekankan tekad untuk memerangi dan memusnahkan terorisme dan sumber-sumbernya, sebagai bagian dari tujuan negara melindungi keamanan terhadap serangan dari luar," demikian Kementerian Informasi Arab Saudi.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber Al Jazeera
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.