Kompas.com - 20/06/2017, 15:27 WIB
EditorErvan Hardoko

Kelompok kecil

Pada 2012, kelompok Maute muncul sebagai kelompok kecil dalam pemberontakan milisi Muslim Mindanao.

Seiring berkembangnya popularitas kelompok Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) kelompok Maute turut naik kelas.

"Saya kira yang membuat kelompok Maute dari kumpulan kerabat menjadi ancaman militer serius adalah kemunculan ISIS di Timur Tengah," papar Sidney Jones.

Sekutu utama kelompok Maute adalah Isnilon Hapilon, pemimpin kelompok Abu Sayyaf di Mindanao.

Hapilon dijadikan ISIS sebaai pemimpin di Filipina dan diyakini berada di Marawi bersama Maute bersaudara.

Namun, Sidney Jones mengatakan, kepemimpinan ISIS di Filipina telah beralih dari Hapilon ke Maute bersaudara lantaran mereka praktis mengendalikan Marawi.

Baca: Militer Filipina: Militan Maute Hanya Kuasai 20 Persen Kota Marawi

Sebuah rekaman video yang diperoleh militer Filipina menunjukkan Abdullah Maute berdiri dan memberikan instruksi aksi serbuan, sementara Hapilon duduk dan mendengarkan.

Menurut Jones, Maute bersaudara berhasil menjadikan Filipina selatan sebagai basis ISIS sekaligus memikat milisi asing dari Chechnya, Libya, Indonesia, dan Malaysia.

"Sejauh ini semua orang risau dengan ancaman milisi asing yang pulang dari Suriah dan Irak. Namun, tiba-tiba ancaman yang lebih besar justru datang dari milisi asing yang datang ke Mindanao dan tidak pernah menginjakkan kaki di Timur Tengah," kata Jones.

"Marawi telah menjadi tujuan baru untuk berjihad," sambung dia.

Asal kebencian

Hingga kini, orang-orang Mindanao tidak habis pikir bagaimana Maute bersaudara bisa menjadi begitu radikal.

Selang 20 tahun setelah lulus dari SMA Kristen Dansalan College, Omarkhayam dan Abdullah Maute membawa bendera ISIS dan membakar almamater mereka.

"Kami tidak paham dari mana kebencian mereka berasal," kata Zia Alonto Adiong, seorang anggota parlemen daerah di Mindanao.

Duma Sani, mantan dekan di Universitas Mindanao, memiliki putri yang satu angkatan dengan Maute bersaudara di sekolah.

Baca: Benarkah Kelompok Teroris Maute Telah Kuasai Kota Marawi?

Menurutnya, warga setempat tidak mendukung ideologi yang diusung Omarkhayam dan Abdullah Maute.

"Orang-orang ini adalah anak muda yang punya pemahaman sendiri soal Al-Quran dan tidak menghormati sesepuh mereka," kata Sani kepada AFP.

Belum diketahui keberadaan Maute bersaudara. Mereka diyakini masih berada di kawasan Marawi dengan dilindungi jaringan terowongan dan ruang bawah tanah yang bisa menahan gempuran militer Filipina.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:
 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.