Israel Danai Pemberontak Suriah di Dataran Tinggi Golan

Kompas.com - 20/06/2017, 09:43 WIB
Tentara Israel berdiri dekat unit artileri bergerak di Dataran Tinggi Golan dekat perbatasan dengan Suriah (28/1). AP/Ariel SchalitTentara Israel berdiri dekat unit artileri bergerak di Dataran Tinggi Golan dekat perbatasan dengan Suriah (28/1).
EditorPascal S Bin Saju

DAMASKUS, KOMPAS.com - Berita tentang rumah sakit Israel yang merawat oposan Suriah telah beredar, namun laporan Wall Street Journal mengungkap bahwa Israel mendanai para pemberontak.

Para pemberontak mengatakan mereka "tidak akan bertahan" tanpa bantuan tersebut.

Israel dilaporkan diam-diam memberikan bantuan kepada pemberontak Suriah di Dataran Tinggi Golan selama bertahun-tahun.

Tujuannya ialah untuk mempertahankan kekuatan persahabatan di zona penyangga, menjaga kelompok Negara Islam di Irak dan Suriah (ISIS) dan pasukan yang selaras dengan Iran di Teluk.

Dukungan tersebut bersifat substansial dan langsung, bari berupa dana tunai, makanan, bahan bakar dan persediaan medis, yang nyatanya beberapa kelompok bersenjata dan sebagian besar penduduk sipil di wilayah tersebut bergantung pada bantuan Israel.

Baca: Netanyahu: Dataran Tinggi Golan Milik Israel Selamanya

Adapun laporan WJS tersebut berdasarkan temuan dan informasi yang diberikan oleh setengah lusin pemberontak dan tiga orang yang akrab dengan pemikiran Israel.

Mereka mengatakan bahwa transaksi rahasia Israel dengan pemberontak dimulai pada awal 2013 di bawah mantan Menteri Pertahanan Moshe Ya'alon dan terus ada sampai hari ini.

Tujuannya, untuk menjaga kelompok pro-Iran, seperti Hezbollah, jauh dari perbatasan.

Sumber-sumber ini mengatakan kepada WJS bahwa sebuah unit khusus dipahat dari tentara Israel untuk mengawasi operasi bantuan tersebut.

Selain itu, Israel dikatakan telah mempertimbangkan situasi tersebut cukup jauh sebelumnya sehingga menetapkan sebuah anggaran khusus untuk diinvestasikan dalam upaya itu.

Pemberontak di Suriah mengatakan bahwa Fursan al-Joulan (Knights of the Golan) adalah kelompok utama yang berkoordinasi dengan Israel dan menerima dana sekitar 5.000 dollar AS per bulan.

Namun, namun kelompok ini tidak menerima dukungan dari negara-negara Barat lainnya dan tidak terafiliasi dengan tentara Suriah.

"Israel berdiri di pihak kita dengan cara yang heroik. Kami tidak akan bertahan tanpa bantuan Israel," kata juru bicara kelompok tersebut, Moatasem al-Golani.

Al-Golani mengatakan bahwa kerja sama dimulai ketika pejuang yang terluka dari kalangan kelompok tersebut berhasil mencapai perbatasan Israel, di mana mereka meminta bantuan dari tentara Israel yang berbicara dalam bahasa Arab.

Baca: Israel Serang Kamp Milisi Suriah di Dataran Tinggi Golan, 3 Tewas

Korban luka-luka tersebut dirawat secara medis di Israel, sekaligus membuka saluran rahasia tersebut.

Fusan al-Joulan dikatakan memiliki sekitar 400 pejuang dan mempertahankan aliansi longgar dengan empat kelompok lain di sisi perbatasan Suriah dan Israel, yang semuanya dilaporkan menerima sejumlah bantuan dari Israel. 

Tidak seperti Fursan al-Joulan, beberapa kelompok mendapat keuntungan dari dukungan Barat dan berafiliasi dengan Tentara Suriah, menurut laporan itu.

Sementara bantuan medis Israel kepada orang-orang Suriah yang terluka yang tiba di perbatasan telah menjadi pengetahuan umum sejak awal perang sipil, informasi baru yang merinci kedalaman dukungan Israel untuk pemberontak ini dapat meningkatkan ketegangan dengan pemerintah Suriah dan pasukan Presiden Bashar al-Assad.

Informasi tersebut juga menguak dengan siapa Israel telah secara teknis berada dalam keadaan perang selama beberapa dekade.

Serangan udara Israel telah menargetkan pasukan di Suriah dalam banyak kesempatan, terutama yang bertujuan pengiriman senjata ke Hezbolah di Lebanon.

Seorang sumber mengkonfirmasi bahwa uang melintasi perbatasan ke Suriah namun digunakan untuk tujuan kemanusiaan.

Baca: Sebanyak 43 Tentara PBB Disandera di Dataran Tinggi Golan

Kubu pemberontak menentang klaim ini, dengan mengatakan bahwa dana tersebut digunakan untuk membayar gaji dan membeli amunisi.

Tentara Israel tidak akan mengomentari klaim pemberontak tersebut, namun mereka berkomitmen untuk mengamankan perbatasan Israel.

"Mereka berkomitmen menjaga perbatasan dan mencegah pembentukan sel teror serta pasukan yang bermusuhan, selain memberikan bantuan kemanusiaan kepada orang-orang Suriah yang tinggal di daerah itu," ungkap laporan itu. 



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X