Kompas.com - 20/06/2017, 06:30 WIB
EditorPascal S Bin Saju

Baca: Korut Jatuhkan Hukuman Kerja Paksa 15 Tahun untuk Mahasiswa AS

"AS sekali lagi mengutuk kebrutalan rezim Korut saat kami meratapi korban terakhirnya."

Ketegangan AS dan Korut

Pembebasan Otto terjadi di tengah ketegangan yang meningkat antara AS dan Korut, menyusul serangkaian tes rudal oleh Pyongyang. Menteri Pertahanan AS, Jim Mattis, menyebutnya "bahaya yang nyata dan bahaya bagi semua orang."

Ayah Otto Warmbier, Fred, sempat mengecam Pemerintah Korut yang telah menahan anaknya.

"Tidak ada alasan bagi negara beradab untuk merahasiakan kondisinya dan menolaknya untuk perawatan medis terbaik baginya," kata dia saat jumpa pers, pekan lalu.

Keluarga Warmbier mengatakan, mereka percaya pemuda tersebut telah menemukan kedamaian setelah diterbangkan pulang.

"Ketika Otto kembali ke Cincinnati pada 13 Juni, dia tidak dapat berbicara, tidak dapat melihat dan tidak dapat bereaksi terhadap perintah lisan. Dia tampak sangat tidak nyaman," kata mereka.

"Meskipun kita tidak akan pernah mendengar suaranya lagi, dalam satu hari wajah wajahnya berubah – dia merasa damai. Dia di rumah dan kami yakin dia bisa merasakannya," ujar dia.

Baca: Siapa Warga AS yang Ditangkap di Korea Utara?

"Kami berterima kasih kepada semua orang di seluruh dunia yang telah mendoakkannya dan keluarga kami, dalam pikiran dan doa mereka. Kami juga damai, dan di rumah juga."

Saat ini, masih ada tiga warga AS lainnya yang ditahan oleh Korut. Dua orang di antaranya adalah pengajar di Universitas Pyongyang yang didanai oleh kelompok Kristen luar negeri, dan seorang pendeta Korea-Amerika yang dituduh melakukan spionase untuk Korsel.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:
 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.