Turki Unjuk Kekuatan di Doha Saat Qatar Alami Krisis Diplomatik

Kompas.com - 19/06/2017, 20:47 WIB
Militer Turki dan Qatar melakukan latihan militer bersama  yang dimulai sejak Minggu (18/6/2017). Sedat Suna/EPAMiliter Turki dan Qatar melakukan latihan militer bersama yang dimulai sejak Minggu (18/6/2017).
EditorPascal S Bin Saju

DOHA, KOMPAS.com - Pasukan Turki sudah tiba di Doha untuk mengikuti latihan gabungan, kata Kementerian Pertahanan Qatar, Senin (19/6/2017), saat krisis diplomatik yang membelit negaranya memasuki pekan ketiga.

Mengutip kementerian tersebut, The Guardian, melaporkan bahwa latihan pertama dilakukan pada Minggu kemarin di pangkalan militer Tariq bin Ziyad di Doha.

Qatar telah menjadi korban dari embargo dan pengucilan oleh sejumlah negara Arab yang dipimpin Arab Saudi Arabia sejak 5 Juni 2017.

Saat itu, Riyadh dan sekutu-sekutunya termasuk Uni Emirat Arab (UEA), Bahrain, dan Mesir memutuskan hubungan diplomatik atas Qatar yang dituding mendukung terorisme.

Baca: Simaklah, 10 Pemicu Krisis Diplomatik di Qatar

Doha telah berulangkali menyangkal tudingan Riyadh dan sekutunya, serta dengan tegas menolak intervensi negara lain atas kebijakan politik luar negeri sebagai negara yang berdaulat.

Turki, salah satu sekutu terkuat Qatar, telah memberikan dukungan diplomatik dan menerbangkan bantuan pangan ke Doha untuk mengatasi blokade pangan dari negara-negara Arab.

Sementara kantor berita Perancis, AFP, melaporkan, latihan bersama Turki dan Qatar bertujuan meningkatkan "efisiensi tempur pasukan keduanya”.

Kedua negara sahabat itu berencana untuk melakukan operasi gabungan guna memberantas ekstremisme dan terorisme, dan operasi penjaga perdamaian sebelum dan sesudah operasi militer."

Latihan "sudah direncanakan selama beberapa waktu," kata pernyataan yang ditulis dalam bahasa Arab itu.

Baca: Krisis Diplomatik di Qatar, Indonesia Harap Ada Rekonsiliasi

Pada Senin ini, Doha menuduh lawan-lawan regionalnya telah melakukan "aksi publisitas" yang bertujuan untuk menyerang citra dan reputasi Qatar.

"Blokade telah berlangsung selama dua minggu dan negara-negara pemblokir tidak menawarkan formula untuk menyelesaikan krisis," kata Sheikh Saif bin Ahmed al-Thani, juru bicara pemerintah Qatar.

"Negara-negara yang memblokade tampaknya lebih tertarik menyerang Qatar di media daripada menyerang para teroris di medan perang," katanya.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Arab Saudi Larang Warga Israel untuk Berkunjung

Arab Saudi Larang Warga Israel untuk Berkunjung

Internasional
Korban Meninggal karena Virus Corona di China Melonjak Jadi 106 Orang

Korban Meninggal karena Virus Corona di China Melonjak Jadi 106 Orang

Internasional
Virus Corona Merebak, 16 Negara di Dunia Umumkan Kasus Positif

Virus Corona Merebak, 16 Negara di Dunia Umumkan Kasus Positif

Internasional
Jerman Umumkan Kasus Pertama Virus Corona di Negaranya

Jerman Umumkan Kasus Pertama Virus Corona di Negaranya

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Perkembangan Korban Meninggal Virus Corona | 3 Roket Hantam Kedubes AS di Irak

[POPULER INTERNASIONAL] Perkembangan Korban Meninggal Virus Corona | 3 Roket Hantam Kedubes AS di Irak

Internasional
Berkendara Sambil Mandi, 2 Pria di Vietnam Didenda Rp 1 Juta

Berkendara Sambil Mandi, 2 Pria di Vietnam Didenda Rp 1 Juta

Internasional
Hubungan Mulai Mesra, Israel Izinkan Warganya Pergi ke Arab Saudi secara Resmi

Hubungan Mulai Mesra, Israel Izinkan Warganya Pergi ke Arab Saudi secara Resmi

Internasional
Sibuk Merawat Pasien Virus Corona, Tim Medis Pakai Popok Dewasa

Sibuk Merawat Pasien Virus Corona, Tim Medis Pakai Popok Dewasa

Internasional
Ibu Ini Dituduh Bunuh Bayinya yang Baru Lahir dengan Dimasukkan ke Mesin Cuci

Ibu Ini Dituduh Bunuh Bayinya yang Baru Lahir dengan Dimasukkan ke Mesin Cuci

Internasional
Wabah Virus Corona, Jerman Minta Warganya Tak Pergi ke China

Wabah Virus Corona, Jerman Minta Warganya Tak Pergi ke China

Internasional
MIliter Iran Disebut Berusaha Tutupi Fakta Pesawat Ukraina yang Ditembak Jatuh

MIliter Iran Disebut Berusaha Tutupi Fakta Pesawat Ukraina yang Ditembak Jatuh

Internasional
Lagi, Tiga Roket Hantam Kedubes AS di Irak

Lagi, Tiga Roket Hantam Kedubes AS di Irak

Internasional
Pertama Kali dalam 6 Tahun, Bibi Kim Jong Un Muncul di Hadapan Publik

Pertama Kali dalam 6 Tahun, Bibi Kim Jong Un Muncul di Hadapan Publik

Internasional
Tekan Virus Corona, China Perpanjang Masa Liburan Tahun Baru Imlek

Tekan Virus Corona, China Perpanjang Masa Liburan Tahun Baru Imlek

Internasional
Korban Meninggal akibat Virus Corona di China Capai 80 Orang, 2.300 Orang Terinfeksi

Korban Meninggal akibat Virus Corona di China Capai 80 Orang, 2.300 Orang Terinfeksi

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X