Kompas.com - 19/06/2017, 07:47 WIB
Jutaan orang ambil bagian dalam parade Gay Pride ke-21, yang mengambil tema Negara Sekular di Kota Sao Paulo, Brasil, Minggu (18/6/2017).  AFP/MIGUEL SCHINCARIOLJutaan orang ambil bagian dalam parade Gay Pride ke-21, yang mengambil tema Negara Sekular di Kota Sao Paulo, Brasil, Minggu (18/6/2017).
EditorGlori K. Wadrianto

SAO PAULO, KOMPAS.com - Jutaan orang turun ke jalan-jalan di Kota Sao Paulo, Brasil, Minggu (18/6/2017), dalam parade "Gay Pride" terbesar di dunia.

Aksi ini didorong oleh kekhawatiran bahwa kaum konservatif religius tengah membidik hak kaum lesbian, gay, biseksual, dan transgender (LGBT).

Massa terlihat berkumpul di Paulista Avenue, sebuah bagian dari ikon kota Sao Paulo yang dipagari dengan gedung pencakar langit. Kawasan itu penuh sesak sejak acara resmi dibuka.

"Apapun keyakinan kami, tidak ada agama yang menjadi hukum. Semuanya untuk negara sekuler," demikian slogan yang diusung dalam parade "Gay Pride" ke-21 tersebut.

Claudia Santos Garcia, selaku direktur dalam pawai tersebut, mengatakan, "musuh utama kita saat ini adalah fundamentalis religius yang ingin mengakhiri hak yang telah kita dapatkan."

Pertarungan untuk kesetaraan terbayar di Brasil dalam dekade terakhir. Operasi perubahan jenis kelamin di rumah sakit umum, adopsi anak oleh pasangan sesama jenis, pernikahan sipil, dan cuti hamil untuk orangtua telah diperoleh.

"Kami ingin pemerintah Brasil mengambil posisi dalam masalah ini dan menjamin hak-hak kami, untuk mempertahankannya dan tidak menjadi komoditas untuk negosiasi dengan kelompok fundamentalis dalam politik."

Demikian dikatakan Taina Brigante yang mengaku menghadiri acara tersebut untuk yang kelima kalinya, seperti dikutip AFP.

Meskipun ada kemajuan dalam hak LGBT, Brasil juga merupakan salah satu negara paling parah yang terkena dampak kekerasan homofobia. Ada 340 pembunuhan tekait isu semacam ini pada 2016 -satu pembunuhan kira-kira setiap 25 jam.

Rancangan undang-undang tentang identitas gender dan klasifikasi homofobia sebagai kejahatan telah ditunggu selama bertahun-tahun.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X