Kompas.com - 16/06/2017, 15:39 WIB
Tersangka kasus pembunuhan Kim Jong Nam, Doan Thi Huong (baju biru) didampingi aparat kepolisian Malaysia menjalani sidang bersama tersangka asal Indonesia Siti Aisyah (tidak ada dalam gambar), di Pengadilan Tinggi Sepang, Selasa (30/5/2017).  AFP/MANAN VATSYAYANA Tersangka kasus pembunuhan Kim Jong Nam, Doan Thi Huong (baju biru) didampingi aparat kepolisian Malaysia menjalani sidang bersama tersangka asal Indonesia Siti Aisyah (tidak ada dalam gambar), di Pengadilan Tinggi Sepang, Selasa (30/5/2017).
EditorPascal S Bin Saju

KUALA LUMPUR, KOMPAS.com - Pengacara Siti Aisyah, salah satu terdakwa pembunuh Kim Jong Nam, yang merupakan kakak tiri pemimpin Korea Utara (Korut), Kim Jong Un, akan mendatangkan pakar-pakar asing guna menguji barang bukti senjata pembunuh Jong Nam, gas saraf VX.

Siti Aisyah (25) dan Doan Thi Huong (28) dari Vietnam, didakwa membunuh Kim Jong Namn di Bandara Kuala Lumpur (KLIA) 2 pada 13 Februari lalu dengan mengusapkan racun VX, bahan kimia yang digolongkan PBB sebagai senjata pembunuh massal.

Baca: Misteri Siti Aisyah dan Pembunuhan Kim Jong Nam

Mereka berdua terancam hukuman mati jika terbukti membunuh, demikian dilaporkan Reuters, Jumat (16/6/2017).

Jaksa Malaysia telah menyerahkan 44 dokumen kepada tim pembela kedua terdakwa berupa toksikologi, otopsi, laporan penahanan, pernyataan para tersangka, dan foto-foto.

Gooi Soong Seng, pengacara Siti Aisyah, menyebut beberapa dari dokumen-dokumen itu akan dikirimkan kepada para pakar di Denmark dan negara-negara lain untuk mendapatkan penilaian mengenai dugaan penggunaan VX.

Baca: Siti Aisyah Diyakini Bukan Agen Intelijen

"Dalam post-mortem para jaksa telah memastikan bahwa penyebab kematian adalah VX. Oleh sebab itu kami akan mendalami aspek VX," kata Gooi kepada wartawan.

AS dan Korea Selatan (Korsel) menuduh Korut berada di balik pembunuhan Kim Jong Nam yang sejak lama hidup di pengasingan di Makau dan kerap mengkritik kekuasaan dinastis keluarganya di Korut.

Jong-nam adalah anak tertua mendiang pemimpin Korut, Kim Jong Il. Adik tirinya, Kim Jong Un, menjadi pemimpin Korut ketika ayah mereka meninggal dunia pada 2011.

Aisyah dan Huong menyatakan mereka tengah ambil bagian dalam acara lucu-lucuan reality-show televisi saat menyerang Kim Jong Nam.

Baca:Terancam Hukuman Mati, Siti Aisyah Titip Pesan untuk Ibunya



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X