Kompas.com - 16/06/2017, 08:19 WIB
EditorErvan Hardoko

BELGRADE, KOMPAS.com - Presiden Serbia Aleksandar Vucic, Kamis (15/6/2017), resmi mencalonkan Ana Brnabic (41) sebagai calon perdana menteri.

Selain menjadi perempuan pertama yang dinominasikan untuk jabatan bergengsi itu, Brnabic juga adalah politisi pertama yang secara terbuka mengaku sebagai gay.

Pencalonan Brnabic ini menjadi perbincangan hangat di negeri konservatif itu serta memicu kemarahan Gereja Kristen Orthodox dan kelompok ultranasionalis.

Baca: Leo Varadkar, Perdana Menteri Gay Pertama di Irlandia

Meski dicalonkan oleh sang presiden, kepastian Brnabic menjadi perdana menteri perempuan dan gay pertama di Serbia baru akan diputuskan parlemen pekan depan.

"Ini adalah sebuah keputusan sulit yang harus diambil demi kepentingan Serbia dan rakyatnya," kata Presiden Vucic.

Vucic, mantan ekstremis yang kemudian menjelma menjadi reformis ini, memang menjanjikan perbaikan hak-hak kelompok homoseksual demi memperbesar peluang Serbia menjadi anggota Uni Eropa.

"Jika disetujui parlemen, saya akan memerintah dengan dedikasi, tanggung jawab, kejujuran, dan cinta," ujar Brnabic seperti dikutip kantor berita Tanjug.

Pencalonan Brnabic ini dilihat sebagai bagian dari upaya Vucic beralih ke Barat meski mendapat tekanan kuat dari Rusia yang ingin mempertahankan pengaruhnya di kawasan Balkan.

Brnabic, yang menghabiskan masa studinya di Inggris, merupakan pakar pemasaran yang pernah bekerja dengan sejumlah perusahaan Amerika sebelum bekerja di pemerintahan.

"Saya yakin dia (Brnabic) memiliki kemampuan profesional dan kualitas personal. Saya yakin dia bisa bekerja sangat keras," tambah Vucic.

Saat ini, Brnabic menjabat sebagai menteri urusan administrasi publik dan pemerintahan lokal.

Dia bukan anggota Partai Progresif tempat Vucic bernaung tetapi banyak dilihat sebagai loyalis sang presiden.

Tahun lalu Vucic, saat itu masih menjabat perdana menteri, juga langsung memilih Brnabic untuk menduduki jabatannya saat ini.

Kala itu, duduknya Brnabic di jabatan pemerintahan Serbia disebut sebagai tonggak sejarah di negeri tempat kelompok homosekskual mengalami diskriminasi, pelecehan, dan kekerasan.

Namun, keputusan Vucic mencalonkan Brnabic menjadi perdana menteri ditentang kelompok pro-Rusia.

Selain itu, Dveri, kelompok oposisi konservatif yang dekat dengan Gereja Ortodoks menyebut, penunjukan Brnabic karena tekanan Barat.

"Sangat mungkin partai berkuasa tak memiliki kandidat perdana menteri selain yang diusulkan Barat, yang mendikte semua langkah pemerintah," demikian pernyataan Partai Dveri.

Baca: PM Luksemburg Nikahi Pasangan Homoseksualnya

Kecaman terhadap langkah ini juga datang dari rekan koalisi Presiden Vucic yang geram dengan keputusan itu.

"Ana Brnabic bukan perdana menteri saya," ujar Dragan Markovic-Palma seorang politisi nasionalis kepada kantor berita Beta.

Sebelumnya, Markovic-Palma menegaskan, siapa saja yang akan menduduki jabatan perdana menteri harus memiliki sedikitnya dua orang anak.


Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber Telegraph
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.