Presiden Macron: Pintu Uni Eropa Tetap Terbuka untuk Inggris

Kompas.com - 14/06/2017, 07:08 WIB
PM Inggris Theresa May dan Presiden Perancis Emmanuel Macron dalam jumpa pers di Istana Elyssee, Paris, Selasa (13/6/2017). CHRISTOPHE ARCHAMBAULT / AFP PM Inggris Theresa May dan Presiden Perancis Emmanuel Macron dalam jumpa pers di Istana Elyssee, Paris, Selasa (13/6/2017).
EditorErvan Hardoko

PARIS, KOMPAS.com - Presiden Perancis Emmanuel Macron, Selasa (13/6/2017) mengatakan, "pintu tetap terbuka" jika Inggris ingin tetap bergabung dengan Uni Eropa.

Hal ini disampaikan Macron meski PM Inggris Theresa May berulang kali mengatakan pembicaraan terkait Brexit akan dimulai pekan depan.

"Tentu saja pintu masih terbuka selama negosiasi Brexit belum berakhir," ujar Macron dalam jumpa pers di Paris.

Baca: Pasca-Brexit, Warga Inggris Berlomba Dapat Paspor Jerman

Namun, Macron menegaskan bahwa Inggris telah memutuskan untuk meninggalkan blok ekonomi beranggotakan 28 negara itu lewat referendum setahun lalu.

"Begitu proses (Brexit) dimulai kami harus sama-sama memahami bahwa berbalik arah akan jauh lebih sulit," kata Macron di Istana Elysee.

Sementara itu, PM May menekankan dia tetap memegang jadwal untuk memulai pembicaraan proses Brexit di Brussels pekan depan.

Pekan lalu, Partai Konservatif kehilangan kursi mayoritas di parlemen yang membuat sejumlah pengamat memprediksi hal tersebut bisa membuat PM May harus meninggalkan rencana yang disebutnya sebagai "Brexit keras".

"Ada tujuan yang sama di antara rakyat Inggris yaitu memilih untuk keluar dari Uni Eropa sehingga pemerintah harus melakukannya dan menyukseskan hal tersebut," May menegaskan.

Setelah membicarakan masalah-masalah berat, Macron dan May kemudian sama-sama menyaksikan pertandingan sepak bola persahabatan antara Perancis dan Inggris.

Baca: Merkel: Inggris Jangan Berkhayal bahwa Brexit Akan Mudah

Para pendukung Perancis nampak menyambut kedatangan PM May dan ikut menyanyikan lagu kebangsaan Inggris "God Save the Queen".

Situasi itu seolah menegaskan bahwa Inggris dan Perancis akan tetap bekerja sama meski Brexit tetap berlangsung.

Satu hal yang mungkin disayangkan hari itu, terutama bagi Inggris, adalah kekalahan timnasnya 2-3 dari Perancis.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber AFP
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Berkendara Sambil Mandi, 2 Pria di Vietnam Didenda Rp 1 Juta

Berkendara Sambil Mandi, 2 Pria di Vietnam Didenda Rp 1 Juta

Internasional
Hubungan Mulai Mesra, Israel Izinkan Warganya Pergi ke Arab Saudi secara Resmi

Hubungan Mulai Mesra, Israel Izinkan Warganya Pergi ke Arab Saudi secara Resmi

Internasional
Sibuk Merawat Pasien Virus Corona, Tim Medis Pakai Popok Dewasa

Sibuk Merawat Pasien Virus Corona, Tim Medis Pakai Popok Dewasa

Internasional
Ibu Ini Dituduh Bunuh Bayinya yang Baru Lahir dengan Dimasukkan ke Mesin Cuci

Ibu Ini Dituduh Bunuh Bayinya yang Baru Lahir dengan Dimasukkan ke Mesin Cuci

Internasional
Wabah Virus Corona, Jerman Minta Warganya Tak Pergi ke China

Wabah Virus Corona, Jerman Minta Warganya Tak Pergi ke China

Internasional
MIliter Iran Disebut Berusaha Tutupi Fakta Pesawat Ukraina yang Ditembak Jatuh

MIliter Iran Disebut Berusaha Tutupi Fakta Pesawat Ukraina yang Ditembak Jatuh

Internasional
Lagi, Tiga Roket Hantam Kedubes AS di Irak

Lagi, Tiga Roket Hantam Kedubes AS di Irak

Internasional
Pertama Kali dalam 6 Tahun, Bibi Kim Jong Un Muncul di Hadapan Publik

Pertama Kali dalam 6 Tahun, Bibi Kim Jong Un Muncul di Hadapan Publik

Internasional
Tekan Virus Corona, China Perpanjang Masa Liburan Tahun Baru Imlek

Tekan Virus Corona, China Perpanjang Masa Liburan Tahun Baru Imlek

Internasional
Korban Meninggal akibat Virus Corona di China Capai 80 Orang, 2.300 Orang Terinfeksi

Korban Meninggal akibat Virus Corona di China Capai 80 Orang, 2.300 Orang Terinfeksi

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] 34 Tentara AS Cedera Otak karena Serangan Iran | Virus Corona Renggut 56 Orang

[POPULER INTERNASIONAL] 34 Tentara AS Cedera Otak karena Serangan Iran | Virus Corona Renggut 56 Orang

Internasional
Wabah Virus Corona, 6 Negara Berencana Evakuasi Warga dari China

Wabah Virus Corona, 6 Negara Berencana Evakuasi Warga dari China

Internasional
Cegah Virus Corona, Pemerintah Beijing Minta Warga Tak Bersalaman

Cegah Virus Corona, Pemerintah Beijing Minta Warga Tak Bersalaman

Internasional
Virus Corona Renggut Nyawa 56 Orang, AS dan Jepang Berencana Evakuasi Warganya dari Wuhan

Virus Corona Renggut Nyawa 56 Orang, AS dan Jepang Berencana Evakuasi Warganya dari Wuhan

Internasional
[UPDATE] Virus Corona Renggut Nyawa 56 Orang di China, Hampir 2.000 Orang Terinfeksi

[UPDATE] Virus Corona Renggut Nyawa 56 Orang di China, Hampir 2.000 Orang Terinfeksi

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X