Kompas.com - 13/06/2017, 11:34 WIB
EditorGlori K. Wadrianto

BEIJING, KOMPAS.com - Pemerintah Panama dan China mengumumkan dijalinnya hubungan diplomatik antara kedua negara.

Hal ini terwujud setelah Panama memutuskan hubungan diplomatik dengan Taiwan, demi menjalin hubungan ekonomi yang lebih erat dengan China. 

Langkah tersebut memicu kemarahan Taiwan, dan diprediksi akan semakin memanaskan hubungan antara Taipe dan Beijing

China selama ini menganggap pulau di mana Taiwan berada sebagai provinsi pemberontak yang sedang menunggu penyatuan kembali dengan China daratan.

Sejauh ini, Taiwan diakui oleh sekitar 20 negara di seluruh dunia. Status Taiwan adalah salah satu isu yang paling sensitif secara politis bagi pemimpin China.

Mereka pun kerap menekan mitra dagang demi mewujudkan prinsip "satu China".

Presiden Panama Juan Carlos Varela dalam siaran nasional televisi negara itu mengatakan, Panama dan China mulai menjalin hubungan diplomatik sejak Selasa (13/6/2017). 

"Mengingat kepentingan dan keinginan kedua bangsa, Republik Panama dan Republik Rakyat China telah memutuskan untuk saling memberi."

"Sejak tanggal penandatanganan dokumen ini, dimulai pengakuan dan pembentukan hubungan diplomatik di tingkat duta besar," demikian bunyi pernyataan bersama kedua negara yang dikutip AFP.

Setelah 10 tahun berpihak kepada Taiwan, Panama kini mengakui bahwa hanya ada satu China di dunia. Dengan demikian, Taiwan diakui sebagai bagian dari wilayah China.

Menteri Luar Negeri China Wang Yi dan koleganya dari Panama, Isabel Saint Malo de Alvarado, menandatangani kesepakatan tersebut di Beijing.

"Ini adalah momen bersejarah, hubungan China-Panama telah membuka sebuah babak baru," kata Wang.

Dia menambahkan, keputusan Panama sesuai dengan kepentingan rakyat, dan sesuai dengan eranya.

Sementara, Saint Malo mengatakan, Panama dan China telah membuat langkah penting dan memulai "halaman baru" dalam hubungan strategis kedua negara.

Pengumuman tersebut disampaikan setelah Beijing memulai pembangunan pelabuhan kontainer tahun lalu, dengan fasilitas gas alam, di Provinsi Colon, Panama.

Panama telah lama menekankan, pihaknya memiliki hubungan diplomatik dengan Taipe, namun juga menjalin kerjasama dengan komersial dengan Beijing.

Kapal-kapal China, --setelah Amerika Serikat, adalah pengguna nomor dua di Terusan Panama. Celah tersebut merupakan sumber pendapatan utama negara Amerika Tengah ini.

Baca: Setahun Skandal Panama Papers, Apa Perkembangannya?

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan Video Lainnya >

Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.