Kompas.com - 13/06/2017, 07:48 WIB
EditorErvan Hardoko

"Keputusan Israel memangkas pasokan listrik setelah diminta Presiden Mahmoud Abbas berdampak buruk bagi kehidupan di Gaza," ujar Hamas.

"Keputusan ini akan memperburuk kondisi warga dan bisa memicu kekerasan di Gaza," tambah Hamas.

Baca: Bantu Warga di Jalur Gaza, AS Kucurkan Dana Rp 660 Miliar

Gilan Erdan, menteri keamanan publik Israel, mengatakan, tak ada hubungan pasti antara pemangkasan energi listrik dan konfrontasi militer.

Dia malah mendesak warga Palestina untuk mengabaikan Hamas, yang dianggap sebagai organisasi teroris oleh Israel, AS, dan Inggris.

Namun sejumlah menteri mengajukan argumen tentang rencana pemangkasan listrik ini. Sebab, mereka tak ingin Israel diseret ke dalam sengketa internal Palestina antara Hamas dan pemerintahan Mahmoud Abbas.

Mekanisme pasokan listrik ke Jalur Gaza harus melakui proses rumit yang melibatkan Israel dan Otorita Palestina.

Di permukaan kedua kubu kerap saling serang dan kecam, tetapi diam-diam mereka menjalin kerja sama di sejumlah bidang, salah satunya energi listrik.

Lewat sebuah kesepakatan, Israel menarik pajak atas nama Otorita Palestina dan mengirimkan uang itu kepada pemerintah Palestina di Ramallah, Tepi Barat.

Setiap bulan uang itu kemudian ditampung Israel sebagai pembayaran biaya pasokan listrik di Jalur Gaza.

Halaman:
 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Sumber Telegraph
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.