Kompas.com - 12/06/2017, 16:12 WIB
EditorGlori K. Wadrianto

KOMPAS.com - Melompati atap yang bolong karena hantaman bom, atau menerobos melalui bingkai jendela yang rusak, adalah aksi yang dilakukan sekelompok remaja di Kota Inkhil, Suriah selatan.

Mereka menjadikan kawasan dengan gedung-gedung hancur akibat perang selama enam tahun sebagai tempat berlatih parkour.

Parkour (baca: paar-kuur) atau l'art du déplacement (seni gerak) adalah aktivitas yang bertujuan untuk berpindah dari satu tempat ke tempat lain dengan secepat-cepatnya.

Perpindahan itu sepenuhnya bertumpu kepada kemampuan badan manusia.  

Adalah Ibrahim al-Kadiri yang berkenalan dengan parkour di Yordania, tempat dia melarikan diri dari perang.

Kini di Inkhil, Ibrahim mengaku sudah melatih 15 remaja.

Inkhil terletak di garis depan pertempuran antara pemberontak dan pasukan pro-pemerintah.

Kawasan ini mengalami serangan udara dan penembakan hebat selama konflik.

Parkour dikembangkan di Perancis pada 1980-an, dan telah menjadi populer di kalangan remaja.

Para remaja yang tinggal di daerah krisis itu merasa menemukan pelarian pada olahraga parkour.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.