Kompas.com - 11/06/2017, 19:44 WIB
EditorGlori K. Wadrianto

BONN, KOMPAS.com - Aparat Kepolisian Jerman memastikan tidak ada bahan peledak di dalam pesawat Airbus A319 EasyJet, Minggu (11/6/2017).

Pesawat yang terbang dari Ibu Kota Slovenia, Ljubljana menuju London, Inggris, terpaksa dialihkan ke Bandara Cologne, Bonn, Jerman, Sabtu.

Hal itu terjadi setelah ada penumpang yang mengaku mendengar tiga orang di dalam pesawat yang berbicara tentang terorisme.  

Penumpang tersebut melaporkan apa yang dia dengar kepada pramugari. Informasi tersebut mamaksa pilot mengalihkan penerbangan.

Demikian penjelasan Jurubicara Kepolisian kepada AFP, tanpa menjelaskan lebih jauh tentang isi diskusi ketiga orang itu.

Tiga pria itu berasal dari Inggris, dan diketahui berusia 31, 38, dan 48 tahun. Ketiganya ditahan oleh aparat kepolisian, untuk diperiksa.

Pengalihan jalur penerbangan tersebut sempat menyebabkan operasi besar aparat kepolisian, di tengah padatnya lalulintas penerbangan.  

Pihak berwenang mengatakan, tidak satu pun dari ketiganya yang sebelumnya dikenal oleh dinas keamanan.

Koran terbitan Jerman, Bild melaporkan bahwa orang-orang tersebut didengar menggunakan kata "bom" atau "ledakan".

Setelah pesawat mendarat di daerah aman bandara Cologne-Bonn sekitar pukul 18.00 waktu setempat, polisi federal mengevakuasi 151 penumpang melalui jalur peluncur darurat.  

Mereka mengisolasi ransel milik tiga tersangka, yang kemudian diledakkan di luar pesawat oleh anggota tim penjinak bom.  

Ketiga orang tersebut diserahkan kepada polisi, karena dicurigai merencanakan kejahatan serius terhadap negara, -istilah yang digunakan untuk serangan teroris.

Lalulintas udara di bandara terganggu antara pukul 19:00 dan 22:00, ada 10 penerbangan yang dialihkan, dan 20 keberangkatan tertunda.

Polisi Cologne menggeledah pesawat dengan menggunakan anjing pelacak, dan menemukan kepastian.

Dalam sebuah pernyataan, maskapai tersebut mengatakan kapten mengalihkan penerbangan sebagai tindakan pencegahan.

"Sesuai dengan panduan pemerintah daerah, penumpang turun untuk memungkinkan pemeriksaan keamanan tambahan dilakukan."

"Keamanan penumpang dan kru easyJet adalah prioritas tertinggi kami," demikian pernyataan maskapai.

Negara Jerman masih berada dalam kondisi siaga, setelah beberapa serangan teroris terjadi di negara-negara Eropa.

Sebelum insiden, pihak berwenang pekan lalu mengevakuasi festival rock terbesar di Jerman, "Rock am Ring", karena kekhawatiran terhadapa aksi teroris, yang belakangan terbukti tidak berdasar.

Baca: Surat Ancaman Bom di Toilet Pesawat, Seorang Penumpang Dibekuk Polisi

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.