Kompas.com - 10/06/2017, 07:17 WIB
EditorPascal S Bin Saju

RAQQA, KOMPAS.com – Raqqa, kota di Suriah, identik dengan kelompok militan yang menamakan dirinya Negara Islam di Irak dan Suriah (ISIS) setelah mereka menjadikannya sebagai ibu kota kekhalifahan Islam versi ISIS pada awal 2014.

Oleh ISIS, Raqqa – kota yang pernah menjadi ibu kota kekhalifahan Abbasiyah – dijadikan sebagai “pusat pemerintahan” dan “pusat kegiatan militer”.

Sejak jatuh ke tangan ISIS, tak banyak yang diketahui soal kondisi di sana karena ISIS secara ketat mengontrol arus informasi.

Namun, seorang pegiat secara diam-diam merekam suasana kota dan berhasil membawa rekaman ini ke Turki.

Baca: ISIS Pukul Mundur Pasukan Suriah dari Raqqa

Dari rekaman ini terlihat, warga berlalu-lalang di satu bagian kota, sementara di sisi kiri dan kanan jalan terdapat tumpukan kantong pasir.

Di atap salah satu gedung, bendera ISIS berwarna hitam berkibar ditiup angin. Di bagian lain, rekaman menunjukkan pasar tradisional yang cukup ramai.

Ada kios-kios penjual, sementara beberapa perempuan dengan pakaian berwarna hitam berjalan bergegas.

Di jalan, beberapa orang menarik gerobak berisi dagangan. Lagi-lagi, terlihat banyak tumpukan kantong pasir.

“Menyembunyikan” jalan

Yang cukup mencocok, beberapa meter di atas beberapa ruas jalan, dipasang terpal.

Para aktivis mengatakan terpal ini sengaja dipasang agar jalan-jalan di Raqqa tak bisa dilihat oleh pesawat-pesawat tempur milik koalisi yang secara rutin menggempur Raqqa.

Baca: Kota Raqqa Dikepung, 300 Keluarga Anggota ISIS Kabur

"Tak semua warga di Raqqa menerima kehadiran ISIS. Mereka ini tergabung dalam kelompok Ahrar al-Furat," ungkap aktivis yang mengambil video saat berbincang dengan BBC di satu lokasi di Turki.

Mereka ini, katanya, melakukan hal-hal yang bisa dianggap sebagai bentuk atau simbol perlawanan terhadap ISIS, meski tindakan itu sepele. Misalnya menulis grafiti di tembok kota.

"Intinya adalah, kami ingin menunjukkan bahwa ISIS tidak diterima di Raqqa."

Bagi para aktivis, kesulitan terbesar yang mereka hadapi adalah mengirim informasi keluar.

"ISIS mengontrol siapa saja, apa saja. Mereka akan melakukan tindakan apa pun untuk memastikan warga kota tidak berkomunikasi dengan dunia luar," kata aktivis tersebut.

Ia juga mengatakan suasana waspada sangat terasa, seakan-akan kota harus disiapkan setiap saat untuk menghadapi pertempuran.

"Rasanya sudah siap perang, siap bertempur di jalan-jalan," katanya.

Kota maut

Hal lain yang juga tampak di video ini adalah sejumlah keluarga mengepak barang dan meninggalkan Raqqa dengan menggunakan mobil atau truk.

Baca: Tembus Pertahanan ISIS, Pemberontak Suriah Masuk ke Kota Raqqa

Di pinggiran Raqqa, puluhan ribu orang terlebih dulu mengungsi seiring dengan makin intensifnya pertempuran.

"Yang paling berat menanggung penderitaan adalah warga yang terjebak di Raqqa. Mereka dibom. Kondisi mental anak-anak mengenaskan," kata aktivis Raqqa.

"Ini adalah kota maut, siapa pun bisa mati setiap saat."

Koalisi yang memerangi ISIS di Suriah dan Irak meningkatkan serangan udara di sekitar Raqqa dalam beberapa pekan terakhir yang dilaporkan memicu peningkatan jumlah korban di kalangan warga sipil.

Pada Senin (5/6/2017), organisasi HAM mengatakan satu serangan udara menewaskan setidaknya 17 warga sipil, termasuk perempuan dan anak-anak, yang tengah meninggalkan Raqqa dengan menyeberangi Sungai Efrat.

Baca: AS Kirim 400 Prajurit untuk Kalahkan ISIS di Raqqa

Menurut PBB, 100.000 orang menyelamatkan diri dari Raqqa sejak April untuk menghindari pertempuran.

Di dalam kota, harga pangan naik dan pasok air bersih hanya tersedia rata-rata hanya empat jam per hari.

Selain itu, Raqqa juga menghadapi kelangkaan tenaga medis dan obat-obatan.

Diperkirakan jumlah milisi ISIS di pusat kota Raqqa antara 3.000 hingga 4.000 orang.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.