Kompas.com - 08/06/2017, 21:31 WIB
Qatar dikucilkan oleh tiga negara Teluk Arab dan Mesir. Al JazeeraQatar dikucilkan oleh tiga negara Teluk Arab dan Mesir.
EditorPascal S Bin Saju

DOHA, KOMPAS.com - Perhatian dunia tertuju ke Qatar dalam beberapa hari belakangan, setelah sejumlah negara Arab memutus hubungan diplomatik, setelah dituduh mendukung ekstremisme dan terorisme.

Qatar menjadi pemain kunci, baik secara regional maupun global, dalam beberapa tahun belakangan, ditandai antara lain dengan kesiapan negara tersebut menjadi tuan rumah Piala Dunia 2022.

Di luar itu, stasiun televisi Al-Jazeera, yang dimiliki pemerintah, memantapkan diri sebagai salah satu media internasional terkemuka.

Baca: 7 Negara Arab Putuskan Hubungan Diplomatik, Ada Apa dengan Qatar

Di bidang politik, Qatar berupaya untuk menjadi sponsor utama perundingan damai pihak-pihak yang bertikai di Afganistan.

Kondisi ini jelas berbeda beberapa puluh tahun lalu, di mana Qatar ketika itu adalah salah satu kawasan miskin di Teluk.

Beberapa dekade lalu, Qatar tak lebih dari daerah nelayan yang masuk protektorat Inggris.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Negara ini merdeka pada 1971 dan tak lama kemudian menemukan salah satu cadangan gas alam cair (LNG) terbesar di dunia, nomor tiga setelah Rusia dan Iran.

Dengan cadangan LNG mencapai 900 triliun kaki kubik, Qatar menjadi eksportir LNG terbesar di dunia.

Baca: Qatar Alami Krisis Diplomatik, Bagaimana Nasib Piala Dunia 2022

Penerimaan dari minyak dan gas membuat pendapatan per kapita rata-rata negara ini mencapai lebih dari 100.000 dollar AS, jauh melampaui AS atau Inggris.

Harrods dan perkampungan atlet London

Penerimaan tersebut memungkinkan pemerintah menggratiskan biaya pendidikan, kesehatan, air, dan listrik.

Tersedia bantuan perumahan untuk rakyat dan setiap warga dijamin mendapatkan pendidikan.

Dalam periode lima tahun ini, Qatar mengeluarkan dana 80 miliar poundsterling untuk membangun prasarana umum.

Pendapatan yang melimpah juga memungkinkan pemerintah untuk melakukan ekspansi bisnis dan investasi di luar negeri.

Baca: Parlemen Turki Bahas Peluang Pengiriman Tentara ke Qatar

Di Inggris, Qatar memiliki saham kepemilihan Shard di London, salah satu gedung tertinggi di Eropa dan toko serba ada Harrods.

Tak hanya itu, Qatar juga memiliki kawasan bekas perkampungan atlet Olimpiade London, blok apartemen mewah di Hyde Park dan sebagian kawasan keuangan di Canary Wharf.

Namun, perubahan dramatis juga memiliki sisi-sisi lain.

"Kami menjadi urban ... Kehidupan sosial dan ekonomi kami berubah. Banyak keluarga yang terpisah dan budaya komsumtif makin menonjol," kata Dr Kaltham Al Ghanim kepada wartawan BBC.

Perubahan ini setidaknya terasa di Doha yang tak ubahnya mirip seperti kawasan pembangunan.

Baca: Krisis Qatar Menyulitkan Negara Muslim Non-Arab

Bangunan lama dirobohkan untuk digantikan dengan bangunan baru.

Ditambah dengan kemacetan lalu lintas, bisa dipahami jika warga kota menjadi stres dan makin tidak sabar.

Kedekatan keluarga 'luntur'

Menurut media setempat, sekitar 40 persen perkawinan di Qatar berakhir dengan perceraian.

Lebih dari dua pertiga warga, dewasa dan anak-anak, mengalami kegemukan.

Sejumlah kalangan juga mengkhawatirkan kesenjangan generasi karena sekarang hampir semua anak dibesarkan oleh pengasuh anak dari Indonesia, Filipina, atau Nepal.

Kedekatan hubungan antaranggota keluarga yang begitu kental pada era 1960-an kini seakan menjadi barang langka.

Baca: Simaklah, 10 Pemicu Krisis Diplomatik di Qatar

"Sangat menyedihkan bahwa kedekatan keluarga makin lama makin hilang," kata Umm Khalaf, warga Doha berusia 60 tahun.

Warga juga merasa perhatian yang begitu besar dari masyarakat internasional terhadap Qatar – terutama setelah Qatar diputuskan menjadi tuan rumah Piala Dunia 2022 – membuat orang-orang merasa khawatir.

"Kami, orang-orang di Qatar merasa takut," kata Mariam Dahrouj, lulusan jurusan jurnalisme.

"Tiba-tiba saja dunia sepertinya ingin melihat kami. Kami adalah komunitas yang tertutup dan mereka ingi datang dengan membawa masuk perbedaan mereka. Bagaimana kami akan mempertahankan nilai-nilai kami?" katanya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.