Wilayah Otonom Kurdi Irak Akan Gelar Referendum Kemerdekaan

Kompas.com - 08/06/2017, 11:37 WIB
Presiden wilayah otonomi Kurdi, Massoud Barzani mengusulkan digelarnya pemilu untuk mengetahui pendapat jika negeri itu berpisah dari Irak. Reuters/Al ArabiyaPresiden wilayah otonomi Kurdi, Massoud Barzani mengusulkan digelarnya pemilu untuk mengetahui pendapat jika negeri itu berpisah dari Irak.
EditorErvan Hardoko

BAGHDAD, KOMPAS.com - Situasi politik di Timur Tengah kemungkinan besar akan semakin panas jika wilayah otonomi Kurdi di Irak jadi menggelar referendum kemerdekaan pada 25 September mendatang.

Seorang pejabat Kurdi, Rabu (7/6/2017) mengatakan, pemerintah daerah otonomi Kurdi sudah memastikan referendum kemerdekaan tetap digelar meski akan ditentang Baghdad.

Waktu digelarnya referendum ditentukan dalam pertemuan partai-partai politik Kurdi dengan Presiden Masoud Barzani, pemimpin pemerintah regional Kurdistan (KRG).

"Berita besar. Referendum kemerdekaan Kurdistan digelar 25/9/2017," kata asisten Massoud Barzani, Hemin Hawrami.

Baca: AS Tolak Referendum Kemerdekaan Kurdi Irak

Referendum akan digelar sebagai sebuah tawaran terbaik sebuah pemerintahan terpisah dari Irak setelah ISIS dikalahkan.

Seorang politisi senior Kurdi, Hushiyar Zebari, kepada kantor berita Reuters pernah mengatakan, referendum akan digelar tahun ini.

Etnis Kurdi memainkan perannan besar dalam kampanye militer dukungan Amerika Serikat untuk mengalahkan ISIS yang merebut sepertiga wilayah Irak hampir tiga tahun lalu.

ISIS kini terjepit di wilayah yang sempit di sisi barat kota Mosul yang mereka daulat sebagai ibu kota Kekalifahan Islam.


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber Al Arabiya
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Wabah Virus Corona: Jerman Umumkan Penularan Antar-manusia Pertama

Wabah Virus Corona: Jerman Umumkan Penularan Antar-manusia Pertama

Internasional
Quraish Shihab Terima Penghargaan Bintang Tanda Kehormatan dari Mesir

Quraish Shihab Terima Penghargaan Bintang Tanda Kehormatan dari Mesir

Internasional
'Teman Saya Batuk, Orang-orang Melirik dan Menghindar Mas'

"Teman Saya Batuk, Orang-orang Melirik dan Menghindar Mas"

Internasional
Pria Jepang yang Tak Pernah ke China Terkena Virus Corona

Pria Jepang yang Tak Pernah ke China Terkena Virus Corona

Internasional
Asal Wabah Virus Corona yang Mematikan Terungkap

Asal Wabah Virus Corona yang Mematikan Terungkap

Internasional
China Akui Kekurangan Alat-alat Medis untuk Perangi Virus Corona

China Akui Kekurangan Alat-alat Medis untuk Perangi Virus Corona

Internasional
Arab Saudi Larang Warga Israel untuk Berkunjung

Arab Saudi Larang Warga Israel untuk Berkunjung

Internasional
Korban Meninggal karena Virus Corona di China Melonjak Jadi 106 Orang

Korban Meninggal karena Virus Corona di China Melonjak Jadi 106 Orang

Internasional
Virus Corona Merebak, 16 Negara di Dunia Umumkan Kasus Positif

Virus Corona Merebak, 16 Negara di Dunia Umumkan Kasus Positif

Internasional
Jerman Umumkan Kasus Pertama Virus Corona di Negaranya

Jerman Umumkan Kasus Pertama Virus Corona di Negaranya

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Perkembangan Korban Meninggal Virus Corona | 3 Roket Hantam Kedubes AS di Irak

[POPULER INTERNASIONAL] Perkembangan Korban Meninggal Virus Corona | 3 Roket Hantam Kedubes AS di Irak

Internasional
Berkendara Sambil Mandi, 2 Pria di Vietnam Didenda Rp 1 Juta

Berkendara Sambil Mandi, 2 Pria di Vietnam Didenda Rp 1 Juta

Internasional
Hubungan Mulai Mesra, Israel Izinkan Warganya Pergi ke Arab Saudi secara Resmi

Hubungan Mulai Mesra, Israel Izinkan Warganya Pergi ke Arab Saudi secara Resmi

Internasional
Sibuk Merawat Pasien Virus Corona, Tim Medis Pakai Popok Dewasa

Sibuk Merawat Pasien Virus Corona, Tim Medis Pakai Popok Dewasa

Internasional
Ibu Ini Dituduh Bunuh Bayinya yang Baru Lahir dengan Dimasukkan ke Mesin Cuci

Ibu Ini Dituduh Bunuh Bayinya yang Baru Lahir dengan Dimasukkan ke Mesin Cuci

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X