Kompas.com - 06/06/2017, 20:38 WIB
Warga Qatar antre di pasar swalayan setelah memborong berbagai bahan pokok menyusul rencana Arab Saudi menutup perbatasan daratnya dengan negeri itu. Doha NewsWarga Qatar antre di pasar swalayan setelah memborong berbagai bahan pokok menyusul rencana Arab Saudi menutup perbatasan daratnya dengan negeri itu.
EditorErvan Hardoko

DOHA, KOMPAS.com - Sebagian besar warga Qatar berbondong-bondong menuju ke pasar-pasar swalayan untuk membeli bahan makanan, Selasa (6/6/2017).

Hal ini dilakukan wara setelah Arab Saudi memutuskan perbatasan daratnya dengan negeri kecil itu menyusul krisis diplomatik terburuk di Timur Tengah ini.

Baca: WNI di Qatar Diimbau Tetap Tenang dan Waspada

Warga Qatar terlihat memborong susu, air minum, beras, dan telur di beberapa pasar swalayan di negeri itu.

"Saya tak pernah melihat hal yang seperti ini, orang-orang memenuhi kereta belanja mereka dengan makanan dan air minum," ujar seorang pengunjung pasar swalayan Carrefour di Doha.

Serangkaian foto kosongnya rak-rak pendingin di pasar swalayan tersebar di media sosial, setelah warga membeli semua daging dan makanan beku lainnya.

Sementara itu, kabinet Qatar menjamin ruang udara dan laut negeri itu tetap terbuka untuk pergerakan manusia dan pasokan kebutuhan hidup.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sedangkan Kemenlu Qatar bersikukuh penutupan perbatasan darat tak akan memengaruhi kehidupan warga dan penduduk negeri itu.

Pada Selasa pagi, Arab Saudi, Uni Emirat Arab, dan Bahrain mengumumkan akan menutup semua perbatasan darat, laut, dan udara dengan Qatar dalam 24 jam.

Baca: 7 Negara Arab Putuskan Hubungan Diplomatik, Ada Apa dengan Qatar?

Sebagai negeri yang menempati sebuah semenanjung, satu-satunya perbatasan darat Qatar adalah dengan Arab Saudi.

Terbukanya perbatasan darat itu sangat dibutuhkan Qatar untuk mendatangkan bahan makanan dan bahan bangunan untuk berbagai proyek infrastruktur.


Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber Doha News
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.