Kompas.com - 06/06/2017, 19:00 WIB
EditorErvan Hardoko

Pada 3 Juni, jam malam diberlakukan di seluruh Punjab dan tentara mengepung dan menutup semua akses keluar masuk kompleks Kuil Emas.

Pada 4 Juni, tentara mulai membombardir kommmpleks Kuil Emas termasuk tempat-tempat penampungan air dan kubu-kubu perbentengan.

Serangan bertubi-tubi itu menghancurkan pertahanan luar kelompoka Sikh yang dipimpin Jenderal Shabeg Singh. Sekitar 100 orang tewas dari kedua pihak dalam pertempuran ini.

Baku tembak sempat berhenti ketika Gurcharan Singh Tohra, kepala Komite Shiromani Gurdwara Parbandhak (SGPC) dikirim untuk berunding dengan Bhindrawale.

Namun, perundingan gagal membuahkan hasil dan baku tembak berlangsung terus hingga jatuh korban cukup besar di kedua belah pihak.

Akhirnya, pada tengah tengah malam, 6 Juni 1984, militer India memutuskan melakukan serangan habis-habisan dengan menggunakan tank.

Tank-tank tipe Vijayanta menembaki Akal Takhat, satu dari lima pusat kekuasaan Sikh yang berada di dalam kompleks Kuil Emas.

Akibat tembakan yang bertubi-tubi itu, sekelompok pengikut Bhindrawale mencoba melarikan diri tetapi tewas disapu tembakan senapan mesin.

Kelompok Sikh terpojok di Akal Takhat dan baku tembak terus berlangsung. Pada 7 Juni 1984 militer secara umum sudah menduduki kompleks Kuil Emas tetapi perlawanan baru benar-benar berakhir pda 10 Juni.

Jumlah korban insiden ini tak bisa dipastikan. Sejumlah sumber menyebut sekitar 200-an anggota pejuang Sikh tewas termasuk Bhindranwale.
Sementara militer India disebut-sebut antara 87-136 personel tewas dan 200 lainnya terluka.

Akibat lain dari operasi militer ini adalah pembunuhan PM Indira Gandhi pada 31 Oktober 1984, yang dilakukan dua orang pengawalnya yang adalah penganut Sikh.

Pembunuhan Indira Gandhi ini memicu kerusuhan anti-Sikh 1984 dan gelombang pembunuhan umat Sikh di kota-kota besar India.

Sedangkan Jenderal Arun Shridhar Vaidya, panglima AD India saat operasi Blue Star digelar, tewas dibunuh dua orang Sikh di kota Pune pada 1986.

Kedua orang Sikh itu, Harjinder Singh Jinda dan Sukhdev Singh Sukha diadili dan dihukum gantung pada 7 Oktober 1992.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:
Baca tentang
 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Sumber Wikipedia,BBC
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.