Kompas.com - 06/06/2017, 06:29 WIB
EditorGlori K. Wadrianto

Penutupan perbatasan, sama dengan makanan -mendorong harga naik dan menyebabkan penundaan.

Kekurangan bahan bangunan sudah menjadi ancaman bagi industri konstruksi di Qatar. Risiko ini semakin memperburuk kondisi di sana.

Warga

Langkah memutus hubungan berarti pula melarang warga negara dari Arab Saudi, Mesir, Bahrain, Uni Emirat Arab, Libya, dan Yaman bepergian ke Qatar, tinggal di sana atau sekadar lewat.

Mereka yang terdampak mempunyai waktu 14 hari untuk meninggalkan Qatar.

Sementara itu, warga negara Qatar juga mempunyai rentang waktu yang sama untuk keluar dari Arab Saudi, Uni Emirat Arab, dan Bahrain.

Yang lebih signifikan adalah jika Mesir mengeluarkan larangan yang sama.

Berdasarkan laporan terbaru, sekitar 180.000 warga Mesir tinggal di Qatar, banyak di antara mereka terjun di bidang teknik kesehatan, hukum, dan konstruksi.

Jika tenaga kerja tersebut harus pergi, maka akan timbul masalah baik bagi perusahaan lokal maupun internasional yang beroperasi di Qatar.

Perdagangan dan bisnis

Kegugupan terkait situasi yang tak pernah terjadi sebelumnya ini menyebabkan indeks saham utama Qatar turun lebih dari tujuh persen pada Senin (5/6/2017) di tengah kekhawatiran akan iklim investasi.

Banyak perusahaan negara-negara Teluk membuka cabang di Qatar, termasuk di sektor retail. Toko-toko tersebut kemungkinan akan ditutup, setidaknya untuk sementara. Demikian pendapat Ghanem Nuseibeh.

Sejatinya, kita sudah menyaksikan kesepakatan bisnis dibatalkan, termasuk tim sepak bola besar Arab Saudi, Al-Ahli, yang membatalkan perjanjian sponsor dengan Qatar Airways.

Baca: Qatar Imbau Warganya Tinggalkan UEA dalam 14 Hari

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:
 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.