Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Hari Ini dalam Sejarah: Israel Serang Mesir, Awali Perang Enam Hari

Kompas.com - 05/06/2017, 19:00 WIB

Sementara di darat, pada 5 Juni 1967 pukul 07.50, tiga brigade lapis baja Israel yang dipimpin Mayor Jenderal Tal melintasi perbatasan Mesir di dua titik yaitu Nahal Oz dan Khan Younis.

Pasukan Israel ini melintasi perbatasan dengan diam-diam dan menahan tembakan selama mungkin untuk menjaga efek kejutan dari serangan tersebut.

Tembakan pertama dilepaskan di "Celah Rafah" sebuah daerah yang membentang sepanjang 11 kilometer yang dilintasi tiga jalan utama di Sinai yang menuju kota El-Qantarah el-Sharqiyya dan Terusan Suez.

Tempat itu dipertahankan empat divisi tentara Mesir dan dilengkapi dengan ladang ranjau, bunker bersenjata, bunker bawah tanah, senjata tersembunyi, dan parit.

Kondisi semakin sulit karena medan di kedua sisi "Celah Rafah" ini nyaris tak mungkin dilalui. Sehingga Israel berencana untuk mengosentrasikan pasukan untuk menyerang tentara Mesir di titik tertentu.

Mayjen Tal kemudian memerintahkan Brigade Lapis Baja ke-7 untuk menjepit Khan Younis dari utara dan Brigade Lapis Baja ke-60 maju dari sisi selatan.

Nantinya, kedua brigade lapis baja itu akan bertemu dan mengepung Khan Younis sementara pasukan payung akan diterjunkan untuk merebut Rafah.

Baca: Hari Ini dalam Sejarah: Hezbollah Rayakan Mundurnya Tentara Israel

Pasukan Israel mendapatkan perlawanan sengit dari tentara Mesir yang bertahan di posisi-posisi strategis. Bahkan Brigade Lapis Baja ke-7 kewalahan dihujani tembakan oleh pasukan Mesir.

Akhirnya, bantuan serangan udara dan artileri dikerahkan untuk membantu pasukan tank yang kerepotan itu. Serangan udara dan artileri inilah yang mengakibatkan pasukan Mesir terpaksa mundur.

Pada 5 Juni petang, pasukan Israel berhasil menembus pertahanan Mesir tetapi harga yang dibayar sangat tinggi.

Komandan Brigade Lapis Baja ke-7 Kolonel Shmuel Gonen mengatakan, mereka terpaksa meninggalkan rekan-rekan mereka yang tewas dan puluhan tank hancur di Rafah.

Sedangkan dari pihak Mesir, pertempuran di hari pertama itu mengakibatkan 2.000 tentaranya gugur dan 40 tank hancur.

Setelah jalan terbuka, pasukan Israel maju menuju Arish, kota terbesar di Semenanjung Sinai.

Pasukan dari batalion lapis baja ke-79 menyerang ke jalur Jiradi, sebuah celah sempit yang dipertahankan Brigade Infanteri ke-112 Mesir.

Dalam pertempuran yang sangat sengit, celah strategis itu berpindah tangan beberapa kali meski akhirnya Israel bisa mengatasai perlawanan Mesir.

Meski tak diketahui jumlahnya, pasukan Mesir kehilangan personel dan tank cukup banyak. Sementara Israel kehilangan 66 tewas, 93 terluka, dan 28 tank.

Kesuksesan Israel di hari pertama di Mesir ini berlanjut dengan kesuksesan di front Tepi Barat dan Golan.

Di akhir perang, Israel sukses merebut Tepi Barat dan Jerusalem dari Jordania serta dataran tinggi Golan dari tangan Suriah.

Kemenangan dalam perang ini membuat rakyat Israel dilanda euforia dan kesuksesan militer Israel dipuji setinggi langit.

Perang ini kemudian akan disambung Perang Yom Kippur pada 1973 sebagai upaya Mesir dan Suriah merebut kembali daerah yang dianeksasi Israel.

Akibat lain dari perang ini adalah lebih dari 300.000 warga Palestina meninggalkan wilayah-wilayah yang direbut Israel dalam perang ini.

Pada Desember 1967, sebanyak 245.000 warga Palestina mengungsi ke Jordania, 11.000 orang ke Mesir, serta 116.000 warga Palestina dan Golan pindah ke wilayah lain di Suriah.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Halaman:
Baca tentang
Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com