Kompas.com - 03/06/2017, 19:00 WIB
EditorErvan Hardoko

Pada 3 Juni malam, lewat stasiun televisi, pemerintah meminta warga agar tetap berada di dalam rumah. Namun, warga tetap berada di jalanan dan memblokir masuknya tentara.

Pada sekitar pukul 22.00, pasukan dari tentara ke-38 melepaskan tembakan ke arah pengunjuk rasa di persimpangan Wukesong di Chang'an Avenue, sekitar 10 kilometer sebelah barat Tiananmen.

Korban tewas pertama adalah Song Xiaoming (32) seorang pakar teknologi luar angkasa.

Sekitar pukul 22.30, gerak maju tentara sempat tertahan di kawasan Muxidi, 5 kilometer sebelah barat Lapangan Tiananmen karena sebuah bus gandeng diletakkan melintang di jembatan.

Tentara ke-38 kembali melepaskan tembakan yang menurut data organisasi Tiananmen Mothers menewaskan 36 orang di Muxidi.

Penembakan ini memicu kemarahan warga yang melawan dengan menggunakan tongkat, batu, dan bom molotov yang mengakibatkan beberapa kendaraan militer terbakar.

Pembersihan terus berlangsung hingga tentara akhirnya berhasil mengambil alih Lapangan Tiananmen pada 5 Juni 1989.

Meski secara praktis ketertiban bisa dipulihkan di Beijing pada 4 Juni 1989, tetapi aksi unjuk rasa masih berlangsung di beberapa kota seperti Shanghai, Xi'an, Wuhan, Nanjing, dan Chengdu.

Baca: Miao Deshun, Tahanan Tiananmen Terakhir

Pada 6 Juni 1989, juru bicara pemerintah Yuan Mu menyatakan, dalam operasi pembersihan Tiananmen hampir 300 orang, termasuk tentara, tewas.

Sementara korban luka, menurut versi pemerintah, mencapai 5.000 orang, termasuk polisi dan tentara. Sedangkan juru bicara militer mengatakan tak ada korban tewas di Tiananmen.

Pasca-pembersihan itu, pemerintah menggelar penangkapan massal. Banyak pekerja biasa yang ditangkap diadili dan dieksekusi.

Sementara para mahasiswa yang sebagian besar berasal dari latar belakang orang-orang berpengaruh, hanya mendapatkan hukuman ringan.

Wang Dan, salah satu pemimpin gerakan mahasiswa, dipenjara tujuh tahun. Sedangkan beberapa aktivis lain seperti Chai Ling dan Wuer Kaixi kabur ke Amerika Serikat.

Para aktivis lain melarikan diri ke Inggris, Perancis, dan negara-negara Barat lain dalam Operasi Yellobird yang dikendalikan dari Hongkong, yang saat itu masih merupakan wilayah Inggris.

Menurut yayasan Dui Hua mengutip data pemerintah, sebanyak 1.602 orang yang terkait unjuk rasa Tiananmen dipenjara. Pada 2014, Miao Deshun diyakini menjadi tahanan terakhir dalam kasus Tiananmen.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:
Baca tentang
 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.