Kompas.com - 03/06/2017, 19:00 WIB
EditorErvan Hardoko

Para pengunjuk rasa melihat penarikan mundur ini adalah pertanda baik bagi gerakan mereka. Namun, yang tak mereka ketahui militer sedang memobilisasi pasukannya untuk melakukan serangan final

Di saat yang sama, perpecahan mulai muncul di tengah pengunjuk rasa karena tak adanya kepemimpinan dan tujuan gerakan yang jelas.

Salah satu aktivis mahasiswa Wang Dan yang mencium adanya bahaya aksi militer lanjutan menyarankan agar mahasiswa mundur sementara dan menyusun rencana yang lebih baik.

Namun, saran ini ditentang para aktivis garis keras yang bersikukuh ingin mempertahankan Lapangan Tiananmen.

Pada 1 Juni, PM Li Peng menerbitkan laporan yang dikirimkan ke semua anggota politbiro partai. Laporan itu bertujuan untuk membujuk polibiro untuk menyatakan para pengunjuk rasa sebagai teroris dan kontra-revolusi.

Baca: Peringatan 25 Tahun Tragedi Tiananmen, Keamanan Beijing Diperketat

Keesokan harinya, aksi protes di Tiananmen meningkat setelah surat kabar menuliskan seruan pemerintah agar para mahasiwa mengosongkan Lapangan Tiananmen.

Sebagai bentuk kemarahan atas artikel itu, ribuan mahasiswa berbaris di jalanan kota Beijing untuk menunjukkan bahwa mereka tak mau meninggalkan tempat itu.

Di hari yang sama, pemimpin China, Deng Xiaoping dan para politisi senior partai bertemu dengan tiga anggota Politbiro yaitu Li Peng, Qiao Shi, dan Yao Yin.

Hasil pembicaraan itu, mereka sepakat untuk membersihkan Lapangan Tiananmen dari para pengunjuk rasa agar "kerusuhan bisa dicegah dan ketertiban kembali ditegakkan di ibu kota".

Para petinggi itu juga sepakat pembersihan harus dilakuan dengan cara damai, tetapi jika para pengunjuk rasa melawan maka tentara akan dikerahkan.

Pada 3 Juni pagi, para mahasiswa menemukan tentara berpakaian sipil mencoba menyelundupkan senjata ke dalam kota.

Para mahasiswa menyita senjata-senjata itu dan menyerahkannya kepada polisi Beijing.

Pada pukul 16.30, tiga anggota komite tetap Politbiro bertemu dengan para pemimpin militer dan sepakat menggunakan langkah tegas untuk menegakkan darurat militer.

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Baca tentang
 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.