Kompas.com - 31/05/2017, 12:48 WIB
EditorErvan Hardoko

MARAWI, KOMPAS.com -  Militer Filipina mengklaim telah menewaskan 89 anggota kelompok militan Maute dalam baku tembak selama sepekan di kota Marawi, Mindanao.

Meski demikian, kelompok militan Maute masih memberikan perlawanan sengit hingga Rabu (31/5/2017).

Sejumlah helikopter serbu berulang kali menembakkan roket ke arah kantung-kantung persembunyian militan di Marawi.

Baca: Mindanao Jadi Basis ISIS di Asia Tenggara, 40 Petempur Asing Terlibat

Juru bicara militer Brigjen Restituto Padilla mengatakan, pemimpin kelompok militan Isnilon Hapilon berhasil meloloskan diri tetapi diyakini masih berada di Marawi.

"Pasukan kami membuat kemajuan positif dalam mengakhiri krisis yang sudah menewaskan 21 personel keamanan dan 19 warga sipil ini," ujar Padilla.

Padilla mengakui, masih banyak warga sipil yang terjebak di 10 persen wilayah kota yang masih dikuasai militan Maute.

"Wilayah 10 persen itu adalah yang paling dijaga ketat dan dipertahankan. Kami tak tahu berapa jumlah anggota militan yang tersisa," tambah Padilla.

Dia menambahkan, kelompok militan Maute mendapatkan tambahan kekuatan dari para narapidana yang kabur dari penjara di masa-masa awal penyerbuan kota Marawi.

Sementara itu, Zia Alonto Adiong, juru bicara provinsi Lanao del Sur mengatakan, setidaknya 2.000 orang warga masih terjebak di dalam kota Marawi.

Halaman:


Video Pilihan

Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.