Kompas.com - 30/05/2017, 19:00 WIB
EditorErvan Hardoko

Okamoto hanya menjalani 13 tahun penjara setelah dibebaskan pada 1985 bersama 1.000-an tahanan Palestina dalam sebuah tukar menukar tahanan dengan Israel.

Dia kemudian tinggal di Lembah Bekaa, Lebanon dan kembali ditangkap pada 1997 karena pelanggaran visa dan pemalsuan paspor.

Baca: Hari Ini dalam Sejarah: Pasukan Khusus Israel Akhiri Pembajakan Sabena

Namun, pada 2000 Okamoto mendapatkan status pengungsi dari pemerintah Lebanon. Hingga saat ini pemerintah Jepang masih menginginkan Okamoto.

Di antara warga Israel yang tewas terdapat Profesor Aharon Katzir seorang pakar biofisika protein sekaligus kepala Akademi Sains Nasional Israel.

Aharon juga merupakan saudara laki-laki Ephraim Katzir yang terpilih menjadi presiden Israel pada 1973.

Pada Juni 2006, parlemen Puerto Rico sepakat untuk menjadikan 30 Mei sebagai hari besar untuk mengenang pada korban "pembantaianLod".

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:
Baca tentang


Video Pilihan

Sumber Wikipedia,BBC
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.