Korea Utara Klaim Misilnya Sukses Hantam Sasaran di Laut Jepang

Kompas.com - 30/05/2017, 06:45 WIB
Dalam foto yang dirilis kantor berita KCNA pada Minggu (28/5/2017) ini terlihat pemimpin Korea Utara Kim Jong Un menyaksikan peluncuran roket anti-serangan udara terbarunya. STR / KCNA VIA KNS / AFPDalam foto yang dirilis kantor berita KCNA pada Minggu (28/5/2017) ini terlihat pemimpin Korea Utara Kim Jong Un menyaksikan peluncuran roket anti-serangan udara terbarunya.
EditorErvan Hardoko

SEOUL, KOMPAS.com -  Pemerintah Korea Utara akhirnya memberikan konfirmasi tentang uji coba misil balistik yang jatuh di perairan dekat Jepang pada Senin (29/5/2017).

Seperti dikabarkan kantor berita KCNA, Selasa (30/5/2017), pemerintah Korea Utara mengklaim keberhasilan uji coba yang membuat Jepang mengeluarkan pernyataan keras itu.

Baca: Jepang Akan Ambil Langkah Konkrit untuk Hadapi Korea Utara

"Roket balistik itu terbang ke arah timur tepat di saat fajar menyingsing dan tepat mengenai sasaran yang disiapkan setelah terbang dalam jarak tembak menengah," demikian KCNA.

Sebelumnya, militer Korea Selatan menyebut, misil sejenis Scud itu terbang ke arah timur sejauh 450 kilometer.

Pemerintah Jepang mengatakan, misil Korea Utara itu jatuh di dalam zona ekonomi eksklusifnya, sejauh kurang lebih 200 mil laut dari daratan terluar negeri itu.

Uji coba tersebut, masih menurut KCNA, dilakukan untuk mengetahui kemampuan serangan ultra-presisis terhadap posisi musuh di berbagai wilayah.

Uji coba ketiga dalam  tiga pekan terakhir itu menuai kecaman dari Presiden AS Donald Trump yang menyebut Korea Utara tak menghormati tetangganya China yang mencoba menurunkan ketegangan terkait program nuklir negeri itu.

Namun, kecaman Presiden Trump itu seolah dianggap angin lalu dan dianggap sebagai bukti ketakutan Amerika Serikat.

"Setiap kali kabar kesuksesan kami merebak, Amerika Serikat semakin khawatir dan semangat tentara boneka Korea Selatan akan semakin runtuh," tambah KCNA mengutip pernyataan Kim Jong Un.

Awal bulan ini, Dewan Keamanan PBB memberlakukan sanksi lebih ketat terhadap Korea Utara menyusul uji coba misil yang dianggap para pengamat sebagai misil Korea Utara dengan jarak tembak terjauh.

Baca: Antisipasi Misil Korut, AS dan Jepang Uji Coba Rudal Pertahanan Udara

Namun, China berhasil meyakinkan DK PBB bahwa desakan untuk menggelar dialog dan bukan menjatuhkan lebih banyak sanksi adalah prioritas utama.

Di sisi lain, Amerika Serikat bersedia menggelar dialog dengan Korea Utara jika negeri itu menghentikan terlebih dahulu berbagai uji coba nuklir dan misil balistiknya.




Sumber AFP
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X