Kompas.com - 26/05/2017, 21:53 WIB
EditorPascal S Bin Saju

MANCHESTER, KOMPAS.com – Pihak berwenang Inggris mencoba untuk membatasi pergerakan jaringan atau sel teroris yang mereka yakini berada di balik serangan Manchester.

Hal itu dilakukan setelah muncul fakta baru bahwa Salman Abedi dilaporkan berbicara dengan saudaranya di Libya hanya 15 menit sebelum dia meledakkan dirinya di Manchester Arena.

Adik kandung Abedi, Hashim Ramadan Abu Qassem al-Abedi, dan ayah mereka, Ramadan Abedi, telah ditangkap di Tripoli, Libya, tak lama setelah serangan di Manchester, Senin (23/5/2017) malam.

Baca: Ayah dan Adik Pelaku Bom Manchester Ditangkap di Libya

“Kami langsung menindak jaringan itu, menggulungnya, dan mencoba membatasinya,” kata Menteri Keamanan Inggris Ben Wallace kepada CNN News, Jumat (26/5/2017) di Manchester.

“Seperti yang Anda lihat dari banyaknya penangkapan, kami berada di jalur yang benar untuk mencoba mengendalikannya," kata Wallace.

"Pada akhirnya Anda akan sampai ke bagian bawah jaringan," katanya.

Penyidik terus bekerja sepanjang waktu untuk melacak keberadaan rekan-rekan Salman Abedi, pemuda berusia 22 tahun, berdarah Libya dan kelahiran Inggris.

Aparat kepolisian Inggris meyakini, Abedi adalah bagian dari jaringan lebih luas yang mungkin sedang merencanakan serangan susulan di Inggris.

Adik laki-lakinya, Hashim Ramadan Abu Qassem Abedi telah ditahan di Libya setelah serangan di Manchester karena diperkirakan dia mengetahi aksi saudaranya itu, kata Ahmed Ben Salem, juru bicara Pasukan Detektif Khusus di Tripoli.

Baca: Pengebom Manchester "Terbukti” Berkaitan dengan ISIS

Kedua bersaudara itu terlibat percakapan telepon beberapa menit sebelum Salman Abedi meledakkan dirinya di Manchester Arena, tak lama setelah konser penyanyi AS, Ariana Grande usai.

Namun, demikian kata Ben Salem, Hasyim tidak mengatakan kepada penyidik Libya kapan, dimana, dan bagimana rencana bom bunuh diri kakaknya itu bakal dilakukan.

Serangan pada Senin (23/5/2017) malam atau Selasa (24/5/2017) pagi WIB itu telah menewaskan 22 orang, dan setidaknya lebih dari 100 orang tewas.

Hashim dilaporkan telah mengakui, setelah diinterogasi pihak perwajib di Tripoli, bahwa dia dan Salman, kakaknya, adalah anggota ISIS dan ia tahu rencana serangan di Manchester.

Salman Abedi memasuki Libya pada 19 April dan balik lagi pada 17 Mei. Ia mengaku akan pergi ke Arab Saudi untuk Umrah, demikian kata Ben Salem kepada Channel Libya.

Baca: Jumlah Korban Ledakan di Manchester Kian Bertambah, 22 Tewas

Ternyata apa yang disampaikan Salman Abedi itu tidak benar. Hanya Hashim yang mengetahui kalau Salman sebenarnya kembali ke Inggris, demikian Ben Salem. 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.