Kompas.com - 25/05/2017, 17:23 WIB
EditorErvan Hardoko

MANILA, KOMPAS.com - Tentara Filipina yang didukung sejumlah helikopter serbu dikerahkan untuk menghadapi puluhan anggota kelompok militan Maute yang menyerbu kota Marawai di wilayah selatan negeri itu.

Tank-tank angkatan darat dan prajurit memasuki kota Marawi setelah kelompok militan Maute menyerbu kota, membakar bangunan, menculik belasan orang, dan mengibarkan bendera ISIS.

Baca: Situasi di Marawi Memburuk, Kemlu Imbau WNI Lebih Waspada

Pada Kamis (25/5/2017), militer Filipina menghujani kota Marawi dalam upaya menaklukkan para penyerang yang menyandera sandera, dan dikabarkan sudah membunuh 11 orang warga sipil.

Pemerintah Filipina mengakui, sangat sulit mengakhiri krisi ini meski jumlah penyerang hanya tersisa 30-40 orang.

Kesulitan yang dihadapi tentara disebabkan anggota kelompok militan ini selalu berpindah dari satu rumah ke rumah lain. Mereka juga memasang bom rakitan di jalanan dan menyandera belasan orang.

"Kami menggunakan serangan udara terukur," kata juru bicara militer setempat Letnan Kolonel Jo-Ar Herrera kepada jurnalis.

Sebanyak 100 orang prajurit, termasuk pasukan khusus yang dilatih Amerika Serikat untuk merebut kembali wilayah dan bangunan yang dikuasai kelompok militan itu.

Sementara itu, ribuan warga kota mengungsi setelah baku tembak antara pasukan pemerintah dan kelompok militan masih terus berlangsung sejak Selasa (23/5/2017) yang didahului gagalnya penggerebekan tentara terhadap sarang kelompok itu.

Selama tiga hari pertempuran sebanyak lima orang tentara, dua polisi, dan 13 anggota kelompok militan tewas.

Baca: Selain Bakar Gereja, Kelompok Militan Culik Pastor dari Kota Marawi

Herrera mengatakan, dua warga sipil juga tewas di dalam rumah sakit yang diduduki militan pada Selasa lalu.

Pihak militer kini masih menyelidiki kabar terbunuhnya sembilan warga sipil di sebuah pos penjagaan yang didirikan kelompok militan itu.


Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber Telegraph,AFP
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.