Pengebom Manchester "Terbukti” Berkaitan dengan ISIS

Kompas.com - 25/05/2017, 06:42 WIB
Foto tersangka pelaku serangan Manchester, Salman Abedi yang diambil beberapa tahun silam. GuardianFoto tersangka pelaku serangan Manchester, Salman Abedi yang diambil beberapa tahun silam.
EditorPascal S Bin Saju

MANCHESTER, KOMPAS.com – Pelaku bom bunuh diri yang menewaskan 22 orang di Manchester Arena, gedung tempat konser musik yang dipenuhi penonton dari kalangan remaja dan anak-anak, memiliki kaitan dengan kelompok Negara Islam di Irak dan Suriah ( ISIS) dan kemungkinan sempat mengunjungi Suriah.

Hal itu disampaikan oleh Menteri Dalam Negeri Perancis, Gerard Collomb, Rabu (24/5/2017). Sedangkan mitranya,  Menteri Dalam Negeri Inggris, Amber Rudd, mengatakan pelaku pengeboman itu baru kembali dari Libya.

Rudd mengatakan, si pengebom, Salman Abedi (22), kemungkinan tidak bekerja sendiri, sebagaimana dilaporkan Reuters.

Pasukan tentara telah dikerahkan ke titik-titik penting di seluruh Inggris untuk membantu mencegah serangan lebih lanjut setelah status ancaman secara resmi dinaikkan ke tingkat "kritis".

Baca: Jumlah Korban Ledakan di Manchester Kian Bertambah, 22 Tewas

Rudd juga menyatakan kemarahan terhadap para pejabat Amerika Serikat (AS) karena membocorkan penyelidikan terhadap serangan Manchester sebelum pihak berwenang Inggris siap menyampaikannya kepada masyarakat.

Abedi, pria kelahiran Inggris, meledakkan diri pada Senin (22/5/2017) malam di Manchester Arena pada akhir pertunjukan penyanyi pop AS, Ariana Grande. Konser Ariana itu dipenuhi oleh ribuan anak dan remaja.

Di antara para korban serangan Abedi adalah seorang bocah perempuan berusia delapan tahun, sejumlah remaja putri, pemuda berusia 28 tahun, dan sepasangan warga Polandia yang datang untuk menjemput putri-putri mereka.

"Tampaknya, kemungkinan, bahwa (Abedi) tidak melakukannya seorang diri," kata Rudd di radio BBC.

Baca: Tiga Orang Lagi Ditangkap Terkait Serangan Bom Manchester

Seorang sumber yang mengetahui informasi soal penyelidikan mengatakan kepada Reuters bahwa investigasi dipusatkan pada apakah Abedi menerima bantuan dalam merakit bom dan di mana perakitan dilakukan.

BBC melaporkan bahwa dinas keamanan berpikir bahwa bom itu terlalu canggih bagi Abedi untuk merakitnya sendiri.

Ketika ditanya soal laporan bahwa Abedi baru-baru ini kembali dari Libya, Rudd mengatakan ia meyakini bahwa informasi itu sudah dipastikan.

Collomb mengatakan para penyelidik Inggris mengatakan kepada pihak berwenang Perancis bahwa Abedi kemungkinan sempat pergi ke Suriah juga.

Ketika ditanya apakah ia yakin bahwa Abedi mendapat dukungan dari suatu jaringan, Collomb mengatakan, "Itu belum diketahui, tapi mungkin. Bagaimana pun juga (ia memiliki) kaitan dengan Daesh (ISIS) yang sudah dibuktikan."

Baca: Teror di Manchester, ISIS: Kami Membunuh Anak-Anak Kalian

Kepolisian Inggris telah menahan tiga orang lagi di Manchester selatan pada Rabu (24/5/2017) dalam kaitan dengan pengeboman. Satu pria, yang dilaporkan sebagai saudara Abedi, ditangkap pada Selasa (23/5/2017).

Rudd mengatakan sekitar 3.800 tentara kemungkinan akan dikerahkan ke jalan-jalan di Inggris, mengambil alih tugas pengamanan guna membebaskan kepolisian supaya dapat memusatkan tugas pada patroli dan investigasi.

Pengeboman Manchester merupakan serangan paling mematikan yang terjadi di Inggris sejak Juli 2005.

Pada Juli tahun itu, empat pengebom bunuh diri menewaskan 52 orang dalam serangan terkoordinasi di jaringan transportasi London.

Baca: Pelaku Bom Bunuh Diri di Manchester, Lahir dan Besar di Kota Itu

Serangan di berbagai kota di Eropa, termasuk Paris, Nice (Perancis), Brussel (Belgia), St Petersburg (Rusia), Berlin (Jerman) dan London (Inggris) dalam dua tahun terakhir ini telah mengguncang warga Eropa, yang sudah mengkhawatirkan tantangan keamanan dari imigrasi massal serta kantong-kantong radikalisme Islam di dalam negeri.

Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X