Kompas.com - 24/05/2017, 19:00 WIB
Patung Nicolaus Copernicus di kota Krakow, Polandia. WikipediaPatung Nicolaus Copernicus di kota Krakow, Polandia.
EditorErvan Hardoko

Meski demikian, sistem heliosentris Copernicus terbukti jauh lebih rinci dan akurat dibandingkan teori Aristarchus, termasuk adanya formula untuk menghitung posisi planet-planet di Tata Surya.

Pada 1513, untuk mendukung minatnya dalam astronomi, Copernicus kemudian membangun observatorium pribadi.

Meski demikian, hasil pengamatannya masih menyisakan kesimpulan yang kurang akurat salah satunya adalah planet mengorbit matahari dalam lingkaran sempurna.

Nantinya, astronom Jerman Johannes Kepler membuktikan bahwa orbit planet sebenarnya berbentuk elips.

Sekitar 1514, Copernicus menyelasaikan tulisannya Commentariolus atau Komentar Kecil, sebuah manuskrip setebal 40 halaman yang merangkum teori heliosentris dan formula matematika untuk membuktikan teori itu.

Manuskrip ini memuat tujuh pemikiran penting Copernicus dalam memaparkan teorinya ini. Ketujuh hal itu adalah:

1. Planet tak berputar mengelilingi satu titik yang diam.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

2. Bumi bukan pusat tata surya.

3. Matahari adalah pusat tata surya, dan benda-benda langit lain yang mengeliling matahari.

4. jarak antara matahari dan bumi terbilang pendek dibanding jarak antara bintang ke matahari dan bumi.

Baca: Hari Ini dalam Sejarah: Lawrence of Arabia Meninggal Dunia

5. Bintang tak bergerak dan jika terlihat bergerak itu adalah pengaruh dari pergerakan bumi.

6. Bumi bergerak dalam lintasan berbentuk lingkaran di sekitar matahari.

7. Gerakan Bumi menyebabkan planet lain terlihat bergerak ke arah berlawanan.

Teori Copernicus ini mengguncang Gereja Katolik dan dianggap melanggar ajaran agama.

Saat buku kedua Copernicus De Revolutionibus orbium coelestium diterbitkan pada 1543, pemimpin religius Martin Luthter menyuarakan penentangannya terhadap teori heliosentris.

Pengikutnya, seorang pendeta Lutheran, Andreas Osiander mengikuti jejaknya dan menyebut Copernicus sebagai orang bodoh yang ingin memutarbalikkan ilmu astronomi.

Meski banyak ditentang, Copernicus mendedikasikan buku De Revolutionibus untuk Paus Paulus III. Jika hal ini dilakukannya agar Gereja Katolik menerima teorinya, maka upaya ini gagal.

Pada 1616, Gereja Katolik menyatakan De Revolitionibus sebagai buku terlarang, meski buku itu akhirnya dikeluarkan dari daftar buku yang tak boleh dibaca.

Pada May 1543, pakar matematika Georg Joachim Rheticus memberikan sebuah terbitan baru De Revolutionibus orbium ceolestium kepada Copernicus.

Copernicus yang sangat menderita akibat terserang stroke dikisahkan memeluk buku itu saat mengembuskan napas terakhir di atas ranjangnya di Frombork, Polandia pada 24 Mei 1543.


Halaman:
Baca tentang


26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.