Kompas.com - 23/05/2017, 17:07 WIB
EditorErvan Hardoko

Usai perang, tentara Amerika Serikat berhasil menangkap Eichmann. Namun, dia berhasil kabur dari tahanan sebelum dihadapkan ke pengadilan kejahatan perang di Nuremberg.

Dengan menggunakan identitas palsu Eichmann bepergian dari Eropa menuju ke Timur Tengah dan pada 1950 tiba di Argentina, yang menjadi "surga" perlindungan para penjahat perang Nazi.

Pada 1957, seorang jaksa Jerman diam-diam memberikan informasi kepada Israel tentang keberadaan Eichmann di Argentina.

Mendapatkan informasi itu, dinas rahasia Israel, Mossad, mengirimkan agen-agennya ke Argentina dan tiga tahun kemudian berhasil menemukan sang buronan.

Eichmann tinggal di kawasan San Fernando, Buenos Aires dengan menggunakan nama baru, Ricardo Klement.

Pada Mei 1960, Argentina sedang merayakan 150 tahun revolusinya melawan Spanyol. Keriuhan perayaan ini digunakan Mossad untuk menyelundupkan lebih banyak agennya ke negeri itu.

Israel tahu pemerintah Argentina kemungkinan besar tak akan mengekstradisi Eichmann untuk diadili, sehingga tak ada cara lain selain menculik Eichmann dan membawanya ke Israel secara ilegal.

Pada 11 Mei 1960, para agen Mossad sudah bersiap di Jalan Garibaldi, San Fernando dan menangkap Eichmann saat dia berjalan dari halte bus menuju ke rumahnya.

Hilangnya Eichmann meresahkan keluarganya yang kemudian menghubungi rumah-rumah sakit tetapi tidak melapor ke polisi. Sementara pemerintah Argentina sama sekali tak mengetahui operasi rahasia itu.

Baca: Hari Ini dalam Sejarah: Adolf Hitler Bunuh Diri

Pada 20 Mei, Eichmann yang dibius diterbangkan keluar Argentina dengan disamarkan sebagai pekerja maskapai penerbangan Israel yang mengalami kecelakaan.

Tiga hari kemudian, PM Ben Gurion mengumumkan secara resmi bahwa Eichmann sudah berada di tahanan Israel.

Pemerintah Argentina kemudian menuntut Israel agar mengembalikan Eichmann, tetapi Israel menolak karena Eichmann berstatus penjahat perang sehingga negeri itu memiliki hak untuk mengadilinya.

Pada 11 April 1961, pengadilan terhadap Eichmann dimulai di Jerusalem dan merupakan pengadilan pertama di dunia yang disiarkan langsung televisi.

Eichmann menghadapi 15 dakwaan termasuk kejahatan terhadap kemanusiaan, kejahatan terhadap warga Yahudi, dan kejahatan perang.

Dalam sidang, Eichmann mengatakan, dia hanya mengikuti perintah tetapi pernyataannya itu ditolak majelis hakim yang memutuskan Eichmann bersalah atas semua dakwaan.

Pada 15 Desember 1961, pengadilan menjatuhkan hukuman mati untuk Eichmann dan pada 31 Mei 1962 dia digantung di dekat kota Tel Aviv. Jenazah Eichmann kemudian dikremasi dan abunya disebarkan di laut.

Kisah operasi penangkapan Adolf Eichmann ini kemudian diabadikan dalam sebuah film The Man Who Captured Eichmann pada 1966 yang dibintangi Robert Duvall yang memerankan sang pelaksana holocaust itu.


Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:
Baca tentang


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.