Kompas.com - 23/05/2017, 15:22 WIB
Penyanyi Ariana Grande tampil dalam acara Wango Tango 2016 di StubHub Center di Carson, California, pada 14 Mei 2016. Mike Windle/GETTY IMAGES NORTH AMERICA/AFPPenyanyi Ariana Grande tampil dalam acara Wango Tango 2016 di StubHub Center di Carson, California, pada 14 Mei 2016.
EditorGlori K. Wadrianto

MANCHESTER, KOMPAS.com - Ledakan yang merenggut 22 nyawa dan melukai 59 orang lainnya di Manchester Arena, Senin tengah malam (22/5/2017), terjadi saat konser musik bintang Amerika Serikat Ariana Grande akan berakhir.

Ledakan keras terjadi di luar arena, hingga menimbulkan kepanikan dari para penonton yang memadati tempat itu.

Seperti diberitakan Associated Press, sebuah rekaman video dari arah dalam lokasi konser memperlihatkan bagaimana orang-orang berhamburan ke arah pintu keluar setelah terdengar suara ledakan.

Mereka berlari di antara dekorasi balon-balon berwarna merah muda yang menghiasi konser bertajuk The Dangerous Woman tour itu.

Ini merupakan konser ketiga dari artis berusia 23 tahun tersebut, menyusul dirilisnya album rekaman terbaru yang juga berjudul "Dangerous Woman".

Dalam beberapa tahun terakhir, arena pertunjukan musik dan kelab malam kerap menjadi sasaran empuk para teroris.

Hampir 90 orang tewas saat orang bersenjata yang mengaku terinspirasi dengan gerakan teroris Negara Islam di Irak dan Suriah (ISIS) beraksi di the Bataclan concert hall di Paris. 

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Serangan itu terjadi saat pertunjukkan Eagles of Death Metal pada 13 November 2015. 

Kemudian di Turki, 39 orang meninggal dunia ketika seorang bersenjata melakukan serangan di malam tahun baru di kelab malam Reina di Istanbul.

Sementara, Manchester, yang berjarak 260 kilometer dari London pun pernah mengalami peristiwa duka, ketika pasukan Republik Irlandia melakukan pengeboman di tahun 1996.

Lebih dari 200 orang terluka, meski pun tak ada yang tewas dalam peristiwa itu.

Jika ledakan di Manchester kali ini dikonfirmasi sebagai serangan teroris, maka ini akan menjadi yang paling mematikan di Inggris sejak tahun 2005.

Pada bulan Juli tahun itu, empat pelaku bom bunuh diri membunuh 52 penumpang di tiga kereta bawah tanah dan sebuah bus di London.

Bagi Ariana Grande, konser di Manchester bukan yang terakhir. Dia masih bakal tampil di berbagai tempat di Eropa, termasuk Belgia, Polandia, Jerman, Swiss, dan Perancis.

Konser serupa pun akan menyusul di Amerika latin dan Asia.

Baca: Potret Solidaritas dan Kemanusiaan Usai Ledakan di Manchester...

Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.