Kompas.com - 19/05/2017, 19:12 WIB
EditorErvan Hardoko

Lawrence membuktikan dirinya sebagai seornag ahli strategi militer dan kemampuannya sangat dikagumi bangsa Arab saat itu.

Pada Juli 1917, pasukan Arab merebut kota Aqaba tak jauh dari Sinai. Kemudian pasukan Arab bergabung dengan Inggris untuk menyerang Jerusalem.

Pada November 1917, Lawrence yang sudah berpangkat letnan kolonel, ditangkap pasukan Ottoman saat mengintai di. belakang garis pertahanan musuh dengan mengenakan pakaian tradisional Arab.

Dia sempat disiksa pasukan Ottoman sebelum berhasil melarikan diri dan bergabung kembali dengan pasukan Inggris.

Baca: Hari Ini dalam Sejarah: AU Inggris Gelar Operasi "Dambuster"

Pasukan gabungan Inggris dan Arab kemudian perlahan-lahan bergerak maju menuju Damaskus hingga kota itu jatuh pada Oktober 1918.

Saat Semenanjung Arabia sudah dibebaskan dari cengkeraman Ottoman, harapan Lawrence untuk menyaksikan semenanjung itu menjadi satu negeri besar sirna.

Setelah sukses merebut Damaskus, perpecahan muncul di antara faksi-faksi Arab. Setelah gagal mempersatukan faksi-faksi yang pecah itu, Lawrence yang kelelahan dan frustrasi pulang ke Inggris.

Dia merasa Inggris yang memicu persaingan di antara kelompok-kelompok Arab sehingga memicu perpecahan. Dia kemudian menghadap Raja George V untuk menolak medali penghargaan yang akan diberikan kepadanya.

Setelah perang usai, Lawrence terus melobi untuk kemerdekaan negara-negara Arab dan hadir dalam konferensi perdamaian di Paris dengan mengenakan pakaian tradisional Arab.

Saat itu, Lawrence dengan berbagai kisah dan petualangannya sudah menjadi legenda hidup.

Pada 1922, dia menolak sebuah jabatan penting dengan gaji besar dan kemudian mendaftar masuk AU Inggris (RAF) dengan nama palsu John Hume Ross.

Saat itu, Lawrence baru menyelesaikan bukui memoarnya yang monumental Seven Pillars of Wisdom. 

Menggunakan nama palsu dan masuk angkatan udara adalah upayanya melarikan diri dari ketenarannya sambil mengumpulkan bahan untuk buku terbarunya.

Namun, pers kemudian mencium keberadaannya di angkatan udara dan membeberkannya. Alhasil, angkatan udara memberhentikan Lawrence.

Baca: Hari Ini dalam Sejarah: Perang Dunia II di Eropa Resmi Berakhir

Meski demikian pada 1923, Lawrence berhasil menjadi prajurit di Korps Tank Kerajaan dengan menggunakan nama lain TE Shaw, seperti nama penulis Irlandia yang juga temannya, George Bernard Shaw.

Pada 1925, Lawrence kembali bergabung dengan angkatan udara dan dua tahun setelahnya dia secara legal mengubah nama belakangnya menjadi Shaw.

Pada 1927, memoir singkatnya diterbitkan dan mendapatkan publisitas yang luar biasa. Namun, media kesulitan menemukan Lawrence yang saat itu ditugaskan ke India.

Pada 1929, dia pulang ke Inggris dan menghabiskan enam tahun berikutnya dengan menulis dan bekerja sebagai teknisi di angkatan udara.

Pada 1932, dia menerjemahkan kisah Odiseus karya Homer ke dalam bahasa Inggris yang kemudian dipublikasikan atas nama TE Shaw.

Sementara karyanya The Mint, sebuah kisah tentang proses rekrutmen angkatan udara tak diterbitkan hingga 1955 karena mengungkap terlalu banyak soal angkatan udara.

Pada Februari 1935, Lawrence keluar dari angkatan udara dan kembali ke kediaman sederhananya di Clouds Hill, Dorset.

Pada 13 Mei, Lawrence terluka parah setelah mengalami kecelakaan saat mengendarai sepeda motor di kawasan pinggiran Dorset.

Baca: Hari Ini dalam Sejarah: Pilot Tempur Legendaris Jerman Red Baron Gugur

Kecelakaan itu berawal ketika sepeda motornya terjatuh karena menghindari tabrakan dengan dua anak laki-laki yang tengah bersepeda.

Pada 19 Mei 1935, TE Lawrence alias Lawrence of Arabia meninggal dunia di rumah sakit angkatan udara.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:
Baca tentang


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.