Kompas.com - 16/05/2017, 17:07 WIB
EditorPascal S Bin Saju

Sebelumnya peneliti di laboraturium siber milik Symantec dan Kaspersky juga menemukan sejumlah kesamaan antara perangkat WannaCry dengan serangan siber di masa lalu yang dituding dilakukan oleh Korut.

Namun, begitu mereka mewanti-wanti bahwa bukti yang ada belum mencukupi untuk membuat kesimpulan mengenai dalang di balik serangan tersebut.

Kaspersky misalnya mengklaim butuh waktu beberapa pekan hingga berbulan-bulan untuk mengumpulkan bukti yang kuat.

Baca: Ingni Ciri-ciri Komputer Windows ya Terinfeksi Ransomware WannaCry

Software WannaCry menyerang jutaan komputer di 150 negara, termasuk 200.000 organisasi dan institusi publik.

Peretas dikabarkan menggunakan celah keamanan pada Windows yang pernah digunakan dinas rahasia AS, NSA, untuk memata-matai warga Amerika.

Namun, kemudian seorang peretas membocorkan celah keamanan tersebut kepada publik.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.