Kompas.com - 14/05/2017, 19:00 WIB
EditorErvan Hardoko

Selama Pakta Warsawa berdiri, tak pernah ada konflik langsung dengan NATO. Pertempuran hanya dalam tataran ideologi atau "proxy war" di negara lain.

Namun, keberadaan Pakta Warsawa dan NATO membuat negara-negara anggota kedua bok itu terus memperkuat militer dan saling pamer kekuatan.

Salah satu unjuk gigi dan operasi militer Pakta Warsawa adalah saat seluruh negara anggotanya kecuali Albania dan Romania, melakukan invasi ke Cekoslovakia pada Agustus 1968.

Saat itu, dalam aksi militer yang diberi nama sandi Operasi Danube itu, sekitar 250.000 tentara Pakta Warsawa menyerang Cekoslovakia.

Romania dan Albania menolak berpartisipasi dan Jerman Timur yang meski sudah bersiap diperintah Uni Soviet tak melintasi perbataan beberapa jam sebelum invasi.

Akibat invasi itu, 108 warga sipil Cekoslovakia tewas dan 500 lainnya terluka. Invasi ini sukses menghentikan reformasi partai komunis yang dipimpin Alexander Dubcek, pemimpin Cekoslovakia saat itu.

Akibat lain dari invasi itu adalah mundurnya Albania dari Pakta Warsawa kurang dari sebulan setelah operasi militer itu.

Pakta militer ini mulai goyah ketika revolusi 1989 yang dipicu gerakan solidaritasyang memenangkan pemilu di Polandia menyebar ke seluruh Eropa Timur.

Pada 1990, Polandia dan Jerman Timur mundur dari Pakta Warsawa. Pada 25 Februari 1991, Pakta Warsawa resmi bubar setelah pertemuan para menlu dan menhan lima negara anggota tersisa digelar di Hongaria.

Pada Desember 1991, Uni Soviet yang menjadi induk negara-negara komunis Eropa Timur serta otak Pakta Warsama juga dinyatakan bubar.

Tak lama setelah itu, negara-negara bekas Uni Soviet mendirikan sebuah organisasi keamanan kolektif bersama.

Selama 20 tahun terakhir, tujuh negara Pakta Warsawa di luar Uni Soviet bergabung dengan NATO, termasuk Jerman Timur lewat reunifikasi dengan Jerman Barat serta Ceko dan Slovakia sebagai negara terpisah.


Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:
Baca tentang
 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.