Kompas.com - 13/05/2017, 17:00 WIB
EditorErvan Hardoko

Sementara itu, seorang fisikawan Yunani Arataeus, pada abad pertama masehi menulis bahwa orang-orang Galia menggunakan substansi yang mereka buat seperti bola disebut soap (sabun).

Sebuah legenda meyebut kata "soap" berasal dari nama Gunung Sapo, tempat hewan dikurbankan. Darah hewan itu kemudian bercampur dengan abu dari api untuk membakar kurban itu dan air untuk menghasilkan sabun.

Kisah sabun juga datang dari China ketika bangsa itu membuat substansi mirip sabun dari campuran biji tanaman zao jia.

Bangsa China juga membuat sabuh dari campuran pankreas babi dan abu tanaman bernama Zhu yi zi.

Namun, sabun sesungguhnya yang terbuat dari emak hewan baru muncul di masa China modern.

Sedangkan di Timur Tengah, pada abad ke-13 pabrik sabun sudah mulai muncul di beberapa kota seperti Nablus, Fez, Damaksus, dan Aleppo.

Sabun modern

Di Eropa, sabun sudah mulai dibuat di Napoli pada akhir abad keenam dan di abad kedelapan produksi sabun semakin marak di Italia dan Spanyol.

Pada 800-an, wilayah yang kini dikenal sebagai Spanyol sudah menjadi pembuat sabun terkemuka di dunia.

Ilmu membuat sabun ini kemudian berkembang dan merambah kepulauan Inggris pada 1200-an.

Pada paruh kedua abad ke-15, industri sabun semi-profesional muncul di beberapa wilayah Perancis yaitu Provence, Toulon, Hyeres, dan Marseille.

Industri sabun di keempat wilayah tersebut memasok kebutuhan sabun untuk seluruh Perancis. 

Halaman Selanjutnya
Halaman:
 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.