Kompas.com - 12/05/2017, 18:30 WIB
Warga Berlin menyaksikan sebuah pesawat angkut Douglas C-54 Skymaster yang membawa bantuan hendak mendarat di bandara Tempelhoff pada 1948. United States Air Force Historical Research Agency/ WikipediaWarga Berlin menyaksikan sebuah pesawat angkut Douglas C-54 Skymaster yang membawa bantuan hendak mendarat di bandara Tempelhoff pada 1948.
EditorErvan Hardoko

KOMPAS.com - Berakhirnya Perang Dunia II tak kemudian membuat dunia benar-benar damai, sebab muncul kubu baru yang memicu Perang Dingin.

Salah satu bentuk insiden awal Perang Dingin adalah Uni Soviet memberlakukan blokade terhadap Berlin yang dicabut pada 12 Mei 1949.

Di akhir Perang Dunia II, Jerman dibagi menjadi empat sektor yang dikelola empat besar pemenang perang yaitu Uni Soviet, Amerika Serikat, Perancis, dan Inggris.

Ibu kota Jerman, Berlin, juga dibagi empat meski lokasinya terletak jauh di pedalaman sektor yang dikuasai Uni Soviet.

Nasib Berlin ini menjadi masalah besar dalam pembicaraan damai pasca-perang, khususnya setelah Amerika Serikat, Inggris, dan Perancis berniat menyatukan zona pendudukan mereka menjadi satu zona ekonomi.

Pada Maret 1948, Uni Soviet mengundurkan diri dari dewan pengendali sekutu yang memerintah daerah pendudukan sekutu di Jerman.

Pada Mei tahun yang sama, ketiga kekuatan Barat itu menyetujui pembentukan Jerman Barat, sebuah negara yang sepenuhnya independen dari wilayah timur Jerman yang diduduki Uni Soviet.

Sementara tiga sektor barat di Berlin akan disatukan dan disebut dengan nama Berlin Barat, yang berada di bawah kendali Jerman Barat.

Pada 20 Juni 1948 sebuah langkah untuk mendirikan pemerintahan Jerman Barat diambil dengan memperkenalkan mata uang Mark yang baru di seluruh wilayah Jerman Barat termasuk Berlin.

Uni Soviet mengecam langkah ini sebagai sebuah serangan terhadap mata uang Jerman Timur.

Pada 24 Juni 1948, Uni Soviet melakukan blokade terhadap semua jalur kereta api, jalan raya, komunikasi antara Berlin dan Barat.

Keempat negara pendudukan itu kemudian menunda penyatuan Berlin Barat dan Uni Soviet mengatakan, pasukan Barat tak punya hak lagi untuk berada di kota Berlin.

Dengan semua bahan makanan, bahan bakar, semua kebutuhan diblokade, Uni Soviet berharap, masyarakat Berlin Barat menyerah dan bersedia menerima kendali komunis.

Halaman:
Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X