Puluhan Orang Lakukan Mogok Makan di Pusat Imigrasi Jepang - Kompas.com

Puluhan Orang Lakukan Mogok Makan di Pusat Imigrasi Jepang

Kompas.com - 12/05/2017, 07:11 WIB
Reuters/Yuya Shino Tahanan terlihat melalui sebuah celah di pusat penahanan yang merupakan bagian dari Biro Imigrasi Regional Tokyo di Tokyo, Jepang, 2 Desember 2015. (Foto: Dok.)

TOKYO, KOMPAS.com – Puluhan tahanan di Pusat Imigrasi Jepang melakukan mogok makan, Kamis (11/5/2017), sebagai bentuk protes menolak penahanan yang lama dan berulang kali, sehingga memicu perhatian baru pada kebijakan imigrasi.

Beberapa pelaku mogok makan adalah pencari suaka dan yang lainnya pernah tinggal di Jepang selama puluhan tahun sebagai pekerja migran, kata Mitsuru Miyasako, Ketua Asosiasi Pembebasan Sementara di Jepang.

Sebelumnya, lebih dari 20 tahanan melancarkan mogok makan mereka di Biro Imigrasi Regional Tokyo, Selasa (9/5/2017), dengan lebih dari satu lusin bergabung dengan mereka pada Kamis (11/5/2017), menurut salah satu pemrotes dan seorang pegiat kepada Reuters.

Protes dan mogok makan jarang terjadi di Jepang, yang sangat menghargai stabilitas sosial.


Imigrasi, dilihat oleh beberapa orang Jepang sebagai ancaman terhadap keamanan, adalah subjek kontroversial di negara itu di mana banyak orang yang membanggakan homogenitas budaya dan etnisnya.

Baca: Jepang Incar Pekerja Asing, Diam-diam Melawan Tabu Imigrasi

Petugas Departemen Kehakiman Shigeki Otsuki membenarkan beberapa tahanan menolak untuk makan.

Otsuki mengatakan bahwa dia tidak bisa segera mengatakan jika terjadi peningkatan jumlah tahanan, namun mengatakan 387 pria dan 189 wanita saat ini ditahan di Pusat Imigrasi Tokyo.

"Kita butuh perubahan, kita perlu menghentikan sistem ini," kata salah seorang pelaku mogok makan, yang telah ditahan satu kali selama 10 bulan.

Pemogokan tersebut terjadi setelah dua aksi mogok makan yang memprotes perawatan medis yang tidak layak dalam penahanan di sebuah pusat di Osaka.

Aksi itu juga dilakukan setelah kematian seorang tahanan Vietnam baru-baru ini di fasilitas penahanan yang berbeda yang memprovokasi kritik tentang kondisi di dalam pusat penahanan.

Baca: Tips Hadapi Petugas Imigrasi di Bandara dan Perbatasan

Sebuah penyelidikan Reuters tahun lalu mengenai kematian seorang warga Sri Lanka di pusat penahanan yang sama di Tokyo mengungkapkan kekurangan serius di sektor perawatan kesehatan dan pemantauan dalam sistem penahanan imigrasi.

Jepang hanya menerima 28 pencari suaka tahun lalu dari daftar 10.901 aplikasi, yang memberikan sorotan pada keengganan negara tersebut menerima orang asing.


EditorPascal S Bin Saju

Terkini Lainnya

Polisi Tangkap Aris Indonesian Idol Terkait Kasus Narkoba

Polisi Tangkap Aris Indonesian Idol Terkait Kasus Narkoba

Megapolitan
Dapat Adipura Kategori Pasar, Ini Tanggapan Wali Kota Jakarta Selatan

Dapat Adipura Kategori Pasar, Ini Tanggapan Wali Kota Jakarta Selatan

Megapolitan
Datangi KPK, Menteri Kesehatan Bahas Kajian Tata Kelola Alat Kesehatan

Datangi KPK, Menteri Kesehatan Bahas Kajian Tata Kelola Alat Kesehatan

Nasional
Saat Uni Soviet Mengorbankan Anjing untuk Mengalahkan Tank Jerman

Saat Uni Soviet Mengorbankan Anjing untuk Mengalahkan Tank Jerman

Internasional
Komnas HAM: Presiden Terpilih Bertanggung Jawab Selesaikan Kasus Pelanggaran HAM Berat

Komnas HAM: Presiden Terpilih Bertanggung Jawab Selesaikan Kasus Pelanggaran HAM Berat

Nasional
Muhibah Pinisi Bakti Nusa, Menautkan Kepulauan Nusantara

Muhibah Pinisi Bakti Nusa, Menautkan Kepulauan Nusantara

Regional
Kasus Bupati Cianjur, KPK Panggil Empat Kepala Sekolah

Kasus Bupati Cianjur, KPK Panggil Empat Kepala Sekolah

Nasional
Parlemen Venezuela Ajak Militer dan Pejabat Sipil Melawan Maduro

Parlemen Venezuela Ajak Militer dan Pejabat Sipil Melawan Maduro

Internasional
Jokowi Bertemu Ketum Parpol, PSI Makin Yakin Jokowi Unggul di Debat

Jokowi Bertemu Ketum Parpol, PSI Makin Yakin Jokowi Unggul di Debat

Nasional
Komnas HAM Duga Pelaku Pembunuhan Dukun Santet Tahun 1998-1999 Orang Terlatih

Komnas HAM Duga Pelaku Pembunuhan Dukun Santet Tahun 1998-1999 Orang Terlatih

Nasional
Pengalaman Mencoba Akses WiFi Gratis di Stasiun Jabodetabek...

Pengalaman Mencoba Akses WiFi Gratis di Stasiun Jabodetabek...

Megapolitan
Berpose dengan Senapan, Perempuan Ini Mengaku Tak Sengaja Tembak Pacarnya

Berpose dengan Senapan, Perempuan Ini Mengaku Tak Sengaja Tembak Pacarnya

Internasional
Sarana dan Prasarana Canggih yang Akan Dibangun di TPST Bantargebang

Sarana dan Prasarana Canggih yang Akan Dibangun di TPST Bantargebang

Megapolitan
Konsulat Malaysia Tak Kirim Bantuan Hukum untuk Warganya yang Terjerat Kasus Pijat Ilegal

Konsulat Malaysia Tak Kirim Bantuan Hukum untuk Warganya yang Terjerat Kasus Pijat Ilegal

Regional
4 Fakta Pengedar yang Simpan dan Konsumsi Narkoba di Sekolah Jakarta Barat

4 Fakta Pengedar yang Simpan dan Konsumsi Narkoba di Sekolah Jakarta Barat

Megapolitan

Close Ads X