Hari Ini dalam Sejarah: Nelson Mandela Resmi Menjadi Presiden Afsel

Kompas.com - 10/05/2017, 18:15 WIB
Mantan presiden Afrika Selatan Nelson Mandela. AFP PHOTO/ALEXANDER JOEMantan presiden Afrika Selatan Nelson Mandela.
EditorErvan Hardoko

Pada 1963, Mandela bersama tujuh orang lainnya diadili kembali kali ini dengan tuduhan melakukan sabotase, pengkhianatan, dan konspirasi.

Dalam sidang yang disebut Pengadilan Rivonia, merujuk nama pinggiran kota Johannesburg tempat polisi menemukan persenjataan milik ANC, Mandela dengan tegas mempertahankan tindakannya.

Pada 12 Juni 1964, pengadilan akhirnya menjatuhkan vonis hukuman penjara seumur hidup bagi Mandela.

Mandela menghabislan 18 tahun pertama dari masa 27 tahun hukumannya di LP Pulau Robben yang sangat kejam dan brutal.

Dia dikurung di sebuah sel sempit tanpa tempat tidur atau air bersih dan dipaksa bekerja keras setiap hari.

Dia hanya diizinkan menerima tamu setahun sekali itupun hanya selama 30 menit.

Meski demikian, semangat Mandela tak terpatahkan dan dia tetap menjadi simbol perlawanan rakyat Afrika Selatan terhadap sistem apartheid.

Di dalam penjara, Mandela tak tinggal diam. Dia menggalang perlawanan dan aksi protes yang memaksa pemerintah Afrika Selatan memperbaiki kondisi LP Pulau Robben.

Pada 1982 dia dipindahkan ke LP Pollsmor dan pada 1988, Mandela dipindahkan lagi untuk menjalani tahanan rumah.

Pada 1989, FW de Klerk menjadi presiden Afrika Selatan dan bersiap untuk mengakhiri sistem apartheid.

Dalam upayanya itu, De Klerk mencabut larangan terhadap ANC, menunda hukuman, dan pada 11 Februari 1990 memerintahkan pembebasan Nelson Mandela.

Setelah bebas dari penjara, Mandela langsung memimpin ANC dalam negosiasi dengan pemerintah untuk mengakhiri apartheid dan membentuk pemerintahan multiras.

Pada 1993, Mandela dan De Klerk sama-sama menerima Hadiah Nobel Perdamaian dan setahun kemudian tepatnya pada 26 April 1994, Afrika Selatan menggelar pemilihan umum bebas pertamanya yang dimenangkan Mandela.

Mandela kemudian membentuk koalisi "persatuan nasional" dengan Partai Nasional pimpinan De Klerk dan Partai Kebebasan Zulu Inkatha.

Pada 10 Mei 1994, Nelson Mandela dilantik menjadi presiden dalam upacara yang dihadiri banyak pemimpin dunia.

Setelah memerintah, Mandela mendirikan Komisi Kebenaran dan Rekonsiliasi untuk melakukan investigasi pelanggaran HAM selama masa pemerintahan apartheid.

Dia juga menjalankan sejumlah inisiatif yang ditujukan untuk meningkatkan standar hidup warga kulit hitam Afrika Selatan.

Pada 1996, Mandela mengawasi pemberlakuan konstitusi baru Afrika Selatan sebelum mengundurkan diri dari dunia politik pada 1999 dalam usia 80 tahun.

Meski sudah tak menjadi presiden, Mandela tetap terlibat dalam upaya menciptakan perdamaian dan keadilan sosial di seluruh dunia hingga dia wafat pada Desember 2013.

Halaman:
Baca tentang
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Berusia 34 Tahun, Wanita asal Finlandia Ini Bakal Jadi Perdana Menteri Termuda di Dunia

Berusia 34 Tahun, Wanita asal Finlandia Ini Bakal Jadi Perdana Menteri Termuda di Dunia

Internasional
Reformasi Arab Saudi: Cabut Aturan Pemisahan Pria dan Wanita hingga Izinkan Turis Tak Menikah Menginap Bareng

Reformasi Arab Saudi: Cabut Aturan Pemisahan Pria dan Wanita hingga Izinkan Turis Tak Menikah Menginap Bareng

Internasional
Gunung Meletus di Pulau Selandia Baru, 5 Orang Tewas

Gunung Meletus di Pulau Selandia Baru, 5 Orang Tewas

Internasional
Arab Saudi Cabut Aturan Memisahkan Pria dan Wanita di Restoran

Arab Saudi Cabut Aturan Memisahkan Pria dan Wanita di Restoran

Internasional
Tentara Arab Saudi Menonton Video Penembakan Massal Sebelum Menyerang Pangkalan AL AS

Tentara Arab Saudi Menonton Video Penembakan Massal Sebelum Menyerang Pangkalan AL AS

Internasional
Kebakaran di Pabrik yang Diduga Ilegal di India, 43 Orang Tewas

Kebakaran di Pabrik yang Diduga Ilegal di India, 43 Orang Tewas

Internasional
Jelang Peringatan 6 Bulan Demo, Ratusan Ribu Orang Padati Jalanan Hong Kong

Jelang Peringatan 6 Bulan Demo, Ratusan Ribu Orang Padati Jalanan Hong Kong

Internasional
Korea Utara Gelar Uji Coba, Trump: Kim Jong Un Bisa Kehilangan Semuanya

Korea Utara Gelar Uji Coba, Trump: Kim Jong Un Bisa Kehilangan Semuanya

Internasional
Ditanya Apakah Benci Trump, Ketua DPR AS: Saya Mendoakannya Setiap Hari

Ditanya Apakah Benci Trump, Ketua DPR AS: Saya Mendoakannya Setiap Hari

Internasional
Korea Utara Klaim Gelar Tes yang 'Sangat Penting'

Korea Utara Klaim Gelar Tes yang "Sangat Penting"

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Kalimat Terakhir Gadis Dibakar Hidup-hidup | Pria di China Gores Mobil BMW

[POPULER INTERNASIONAL] Kalimat Terakhir Gadis Dibakar Hidup-hidup | Pria di China Gores Mobil BMW

Internasional
'Saya Tak Ingin Mati, Saya Ingin Melihat Mereka Dihukum Mati'

"Saya Tak Ingin Mati, Saya Ingin Melihat Mereka Dihukum Mati"

Internasional
Beredar Foto Tentara Arab Saudi Pelaku Penembakan Pangkalan AL AS Pensacola

Beredar Foto Tentara Arab Saudi Pelaku Penembakan Pangkalan AL AS Pensacola

Internasional
Trump Tak Akan Masukkan Kartel Narkoba Meksiko sebagai Teroris

Trump Tak Akan Masukkan Kartel Narkoba Meksiko sebagai Teroris

Internasional
Dibakar Hidup-hidup oleh Si Pemerkosa, Gadis 23 Tahun di India Tewas

Dibakar Hidup-hidup oleh Si Pemerkosa, Gadis 23 Tahun di India Tewas

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X