Hari Ini dalam Sejarah: Nelson Mandela Resmi Menjadi Presiden Afsel

Kompas.com - 10/05/2017, 18:15 WIB
Mantan presiden Afrika Selatan Nelson Mandela. AFP PHOTO/ALEXANDER JOEMantan presiden Afrika Selatan Nelson Mandela.
EditorErvan Hardoko

KOMPAS.com - Hari ini, 10 Mei 1994 merupakan hari bersejarah bagi bangsa Afrika Selatan, ketika Nelson Rolihlahla Mandela disumpah menjadi presiden berkulit hitam pertama di negeri itu.

Meski pernah dipenjara selama 27 tahun oleh pemerintahan Apartheid dalam pidato pertamanya sebagai presiden Mandela justru menyerukan perdamaian.

"Saat untuk menyembuhkan luka sudah tiba," kata Mandela dalam pidatonnya.

Dua pekan sebelumnya 22 juta rakyat Afrika Selatan memberikan suara dalam  pemilihan umum multiras pertama di negeri itu.

Sebagian besar rakyat memberikan mandat kepada partai Kongres Nasional Afrika (ANC) dan Mandela untuk memimpin negeri tersebut.

Mandela, lahir pada 1918, adalah putra kepala suku Tembu yang berbahasa Xhosa.

Meski berpeluang meneruskan tugas sang ayah menjadi kepala suku, Mandela memilih untuk menuntut ilmu di universitas dan menjadi pengacara.

Pada 1944, Mandela bergabung dengan ANC, sebuah organisasi politik yang memperjuangkan hak-hak warga mayoritas kulit hitam Afrika Selatan.

Pada 1948, Partai Nasional yang rasialis berkuasa dan menerapkan sistem apartheid yaitu kebijakan yang membedakan perlakuan bagi warga kulit hitam dan putih.

Hilangnya hak-hak warga kulit hitam membuat jumlah anggota ANC meningkat drastis dan Mandela menjadi salah seorang pemimpin partai ini.

Pada 1952, Mandela terpilih menjadi wakil presiden ANC yang kemudian mengorganisasi perjuangan tanpa kekerasan berupa mogok kerja, boikot, aksi jalan kaki, dan bentuk perlawanan lainnya.

Setelah pembantaian pengunjuk rasa di Sharpeville pada 21 Maret 1960 yang menewaskan 69 orang, Mandela kemudian ikut terlibat dalam pembentukan sayap paramiliter ANC.

Setelah terbentuk, sayap paramiliter ini melakukan berbagai sabotase terhadap fasilitas pemerintah minoritas kulit putih.

Akibatnya pada 1961 Mandela ditangkap dan diadili dengan tuduhan melakukan pengkhianatan tetapi dibebaskan pengadilan.

Namun dia kembali ditangkap pada 1962 karena dianggap secara ilegal meninggalkan Afrika Selatan. Kali ini dia diganjar hukuman lima tahun penjara di Pulau Robben.

Halaman:
Baca tentang


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X