Sosok Moon Jae-in, Keturunan Imigan Korut yang Jadi Presiden Korsel

Kompas.com - 10/05/2017, 16:23 WIB
Presiden baru Korea Selatan Moon Jae-In melambaikan tangan ke arah para pendukungnya, saat tiba di Istana Presiden Blue House di Seoul, Rabu (10/5/2017).  AFP/ED JONESPresiden baru Korea Selatan Moon Jae-In melambaikan tangan ke arah para pendukungnya, saat tiba di Istana Presiden Blue House di Seoul, Rabu (10/5/2017).
EditorGlori K. Wadrianto

SEOUL, KOMPAS.com - Korea Selatan kini telah memiliki presiden baru. Dia adalah Moon Jae-in, yang menang di ajang pilpres yang digelar, Selasa kemarin.

Moon memiliki latar belakang yang tergolong sangat sederhana. Orangtuanya merupakan keluarga pengungsi yang berhasil melarikan diri dari rezim Korea Utara.

Mereka kemudian menetap di sebuah pulau kecil bernama Geoje yang berlokasi di tenggara Negeri Ginseng.

Politisi berusia 64 itu hidup dalam kemiskinan di masa kecilnya. Namun kondisi itu tidak menghalangi Moon muda untuk menempuh pendidikan hingga tingkat universitas.

Dia berhasil lulus dari Fakultas Hukum Universitas Kyung Hee. Di masa perkuliahan inilah awal perkenalan Moon dengan dunia politik.

Dia ikut bergabung dalam gerakan mahasiswa yang menentang kediktatoran Park Chung-hee, ayahanda Park Geun-hye yang digantikannya sebagai presiden.

Perlawanannya terhadap rezim Park mengirimnya ke jeruji penjara. Dia sempat dikeluarkan dari universitas, namun akhirnya diizinkan untuk menyelesaikan kuliahnya.

Nama dari suami Kim Jong-suk itu kemudian melesat sebagai seorang Pengacara Hak Asasi Manusia (HAM) terkemuka yang disegani.

Di periodenya sebagai pengacara HAM inilah dia bertemu dengan sahabat karibnya Roh Moo-hyun yang kemudian resmi membawanya ke dunia politik Korsel.

Awalnya, Moon enggan untuk berkecimpung di ranah perpolitikan. Namun bujukan Roh akhirnya membuatnya menerima posisi sebagai ketua tim kampanye Roh untuk pilpres 2002.

Bahkan Roh menunjuknya sebagai Kepala Staf Kepresidenan Korsel setelah dia terpilih sebagai presiden.

Popularitas Moon mulai melesat, setelah Roh ditemukan meninggal akibat bunuh diri di tahun 2009. Ketika itu, Moonlah yang mengurus pemakamannya.

Publik Korsel terkesan dengan kesetiakawanan luar biasa Moon yang menemani Roh hingga masa akhirnya.

Ada pun Roh diinvestigasi atas tuduhan korupsi setelah meninggalkan kursi kepresidenan di tahun 2008. Moon jugalah yang menjadi pengacaranya ketika itu.

Moon dipandang sebagai sosok yang dapat dipercaya dan popularitasnya melesat terutama di kalangan partai berhaluan liberal.

Dia maju sebagai capres di tahun 2012, namun kalah tipis dari Park dengan selisih 3.6 persen.

Ayah dua anak ini kemudian menjadi pengkritik keras rezim Park dalam kapasitasnya sebagai anggota parlemen dan Ketua Umum Partai Demokrat.

Akhirnya kemarin, rakyat Korsel dengan mutlak memberinya kepercayaan untuk memimpin Korsel keluar dari krisis politik panjang yang mendera sejak pemakzulan Park Geun-hye.

Moon menjadi presiden kedua yang beragama Roma Katolik setelah Kim Dae Jung. Uniknya, Jung pun adalah mantan pengacara HAM terkemuka.

Dia juga menjadi presiden pertama yang beraliran liberal, mengakhiri 10 tahun kekuasaan konservatif.

Tentu saja, satu hal lain yang tidak kalah menarik adalah Presiden Korsel terakhir yang beraliran liberal adalah mendiang sahabat karibnya Roh Moo-hyun.

Baca: Dilantik Jadi Presiden Korsel, Apa yang Diucapkan Moon Jae-in?



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X