Kompas.com - 09/05/2017, 12:31 WIB
Mantan politisi NSW Eddie Obeid dinyatakan bersalah dan dipenjara selama lima tahun.
AAP/Australia PlusMantan politisi NSW Eddie Obeid dinyatakan bersalah dan dipenjara selama lima tahun.
EditorErvan Hardoko

SYDNEY, KOMPAS.com - Pemerintah negara bagian New South Wales (NSW), Australia mendapat tekanan publik mantan menteri dari Partai Buruh Eddie Obeid yang tetap menerima uang pensiun meski sedang manjalani hukuman penjara.

Pada Desember 2016, Menteri Utama NSW ketika itu Mike Baird mengatakan, segera setelah parlemen mulai bersidang pada 2017, pemerintah akan mengusulkan perubahan UU Ketentuan Pensiun Bagi Anggota Parlemen yang sudah terbit sejak 1971.

Jika undang-undang tersebut diamandemen maka mantan anggota parlemen yang terjerat tuduhan kriminal serius setelah tidak lagi menjabat akan kehilangan hak uang pensiun mereka.

Sampai saat ini pemerintah belum mengubah undang-undang tersebut sehingga hanya anggota parlemen yang sedang menjabat saja yang akan kehilangan hak mereka jika terlibat tindak kriminal.

Anggota parlemen dari Partai Hijau NSW David Shoebridge mengatakan situasi saat ini menunjukkan ketidakbecusan pemerintah negara bagian.

"Orang ini kemungkinan akan mendapat dana ratusan ribu dolar uang negara dari pembayar pajak, dan kalau kita kadang harus mencari dana untuk pendidikan, dan sekarang melihat adanya dana negara yang diberikan kepada mantan politisi seperti ini adalah tindakan yang tidak benar," katanya.

Shoebridge mengatakan, publik memiliki hak untuk mengetahui kapan dana pensiun untuk Obeid dihentikan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Publik pada umumnya sudah melihat bahwa politik adalah seni rendahan, dan mereka mengira bahwa politisi tidak mau mengganggu pendapatan politisi lainnya," tambah Shoebridge.

Obeid dikenai hukuman penjara lima tahun dengan masa hukuman minimum yang harus dijalaninya adalah tiga tahun setelah dia dinyatakan bersalah menyalahkangunakan jabatan bulan Juni tahun lalu.

Menteri Utama NSW ketika itu Mike Baird mengatakan, pemerintah akan mengambil tindakan untuk mendapatkan kembali dana bantuan hukum yang digunakan membantu Obeid dalam proses hukum, segera setelah seluruh proses banding selesai.

Dana yang digunakan diperkirakan sekitar 280.000 dolar Australia sekitar Rp 2,8 miliar.

Juru bicara pemerintah negara bagian NSW mengatakan peraturan ini akan diperbaiki "dalam waktu dekat".

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.