Peretas Rusia Diyakini Mengintervensi Pilpres Perancis

Kompas.com - 09/05/2017, 12:02 WIB
Presiden Perancis Francois Hollande (kanan) menyentuh lengan Presiden terpilih Perancis Emmanuel Macron (kiri), saat mereka berdiri di batu nisan pahlawan tak dikenal di the Arc de Triomphe, Paris, Senin (8/5/2017).  AFP/PHILIPPE WOJAZERPresiden Perancis Francois Hollande (kanan) menyentuh lengan Presiden terpilih Perancis Emmanuel Macron (kiri), saat mereka berdiri di batu nisan pahlawan tak dikenal di the Arc de Triomphe, Paris, Senin (8/5/2017).
EditorPascal S Bin Saju

PARIS, KOMPAS.com - Kelompok peretas (hacker) Rusia diyakini berusaha mengacaukan Pilpres Perancis dengan menyerang tim kampanye presiden terpilih, Emmanuel Macron.

Kelompok yang sama diduga mendalangi serangan siber pada Pilpres Amerika Serikat yang dimenangkan oleh Donald Trump.

Kelompok peretas yang mendalangi serangan "masif dan terkoordinasi" terhadap tim kampanye presiden terpilih Perancis, Emmanuel Macron, diyakini merupakan grup asal Rusia yang juga meretas akun email petinggi Partai Demokrat menjelang Pemilihan Kepresiden AS.

Puluhan ribu email dan dokumen lainnya milik tim kampanye Macron dipublikasikan pada malam Jumat, sehari sebelum pencoblosan.

Dokumen yang bocor sengaja dicampurkan dengan dokumen palsu untuk "menuai keraguan" pada pemilih, tulis Partai En Marche.

Serangan tersebut merupakan usaha "untuk mendestabilisasi pemilu kepresidenan Perancis," serupa seperti yang terjadi di Amerika Serikat.

Dokumen yang antara lain berisikan email dan foto itu dimuat di situs WikiLeaks, Jumat tengah malam.

Namun, otoritas pemilu melarang media memublikasikan dokumen tersebut karena sudah memasuki masa tenang.

Komisi Pemilihan Umum setempat menambahkan kebanyakan isi dokumen merupakan informasi palsu.

En Marche dan perusahaan keamanan siber, Trend Micro, menkonfirmasikan serangan dilakukan oleh beberapa kelompok peretas bernama "Pawn Storm, Advanced Persistent Threat 28 dan Fancy Bear."

Sejumlah perusahaan keamanan IT Eropa dan AS mencurigai kelompok tersebut berafiliasi dengan dinas intelijen Rusia yang juga diyakini menyerang Partai Demokrat pada pemilu silam.

Presiden Franocis Hollande berjanji pihaknya akan mengusut kasus terseb.

"Kami mengetahui akan ada ancaman seperti ini selama pemilu karena hal serupa juga terjadi di tempat lain," ujarnya.

Serangan tersebut "tidak akan dibiarkan tanpa reaksi yang seusai," tegas Hollande tanpa merinci langkah yang akan diambil pemerintahannya.

Macron sendiri berulangkali melayangkan kritik kepada Rusia lantaran berupaya mengintervensi jalannya pemilu di Perancis lewat propaganda stasiun televisi Russian Today.

Ironisnya Presiden Vladimir Putin segera menelpon Macron setelah kemenangannya dan menyerukan presiden tepilih untuk "bersama mengakhiri kecurigaan antara kedua negara."



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X