Kompas.com - 09/05/2017, 12:02 WIB
EditorPascal S Bin Saju

Sejumlah perusahaan keamanan IT Eropa dan AS mencurigai kelompok tersebut berafiliasi dengan dinas intelijen Rusia yang juga diyakini menyerang Partai Demokrat pada pemilu silam.

Presiden Franocis Hollande berjanji pihaknya akan mengusut kasus terseb.

"Kami mengetahui akan ada ancaman seperti ini selama pemilu karena hal serupa juga terjadi di tempat lain," ujarnya.

Serangan tersebut "tidak akan dibiarkan tanpa reaksi yang seusai," tegas Hollande tanpa merinci langkah yang akan diambil pemerintahannya.

Macron sendiri berulangkali melayangkan kritik kepada Rusia lantaran berupaya mengintervensi jalannya pemilu di Perancis lewat propaganda stasiun televisi Russian Today.

Ironisnya Presiden Vladimir Putin segera menelpon Macron setelah kemenangannya dan menyerukan presiden tepilih untuk "bersama mengakhiri kecurigaan antara kedua negara."

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:
 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.