Tugas Berat Macron Persatukan Rakyat Perancis yang Terpecah

Kompas.com - 09/05/2017, 09:29 WIB
Emmanuel Macron terpilih menjadi Presiden Perancis dengan menyingkirkan saingan utamanya, Marine Le Pen, dalam pilpres putaran kedua pada Minggu (8/5/2017) AFP/GettyEmmanuel Macron terpilih menjadi Presiden Perancis dengan menyingkirkan saingan utamanya, Marine Le Pen, dalam pilpres putaran kedua pada Minggu (8/5/2017)
EditorPascal S Bin Saju

PARIS, KOMPAS.com - Kemenangan Emmanuel Macron yang berhaluan tengah atas Marine Le Pen dalam Pilpres Perancis berarti negara-negara penting Uni Eropa sementara ini menghindari bentrok dengan politik nasionalis.

Ada pertanyaan mengenai apakah Macron yang mencalonkan diri sebagai independen akan punya mandat untuk memenuhi janjinya, demikian Voice of America, Selasa (9/5/2017).

Pada usia 39 tahun, Emmanuel Macron menjadi orang termuda yang memimpin Perancis sejak Napoleon Boneparte.

Ia memenangkan janji kemakmuran bagi semua dan kini harus mempersatukan negara yang sangat terpecah antara pendukung globalis dan nasionalis.

“Eropa dan dunia mengharapkan kita untuk membela semangat pencerahan yang terancam di banyak tempat. Mereka mengharapkan kita untuk membela kebebasan dimana saja dan melindungi yang tertindas,” kata Macron.

Pernyataan itu disampaikan Macron kepada pendukungnya yang bersorak sorai pada Minggu (7/5/2017) malam pada kampenye kemenangan yang diselenggarakan dengan latar belakang ornamen mempesona, bangunan gedung klasik Perancis, museum Louvre di Paris.

“Mereka mengharapkan kita untuk membawa harapan baru, kemanusiaan baru, dunia yang lebih aman, dunia yang melindungi kebebasan, dunia yang berkembang dengan keadilan lebih besar, ekologi yang lebih besar.

Mereka mengharapkan kita menjadi diri kita” kata Macron kepada lautan pengunjung yang melambai-lambaikan bendera Perancis.

Namun, demonstrasi di ibu kota Perancis, Senin (8/5/2017), merupakan pertanda jelas bahwa tekanan terhadapnya untuk memenuhi janji-janji bahwa tidak seorangpun akan tertinggal selagi Perancis melanjutkan jejak globalisasi.

Ratusan demonstran sayap kiri memenuhi kota Paris, Senin (8/5/2017).

Demonstran termasuk pendukung serikat buruh yang mengacam proposal Macron yang akan mencakup reformasi pasar tenaga kerja, memangkas anggaran umum, dan 120.000 pekerjaan sektor publik. 



Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X