Kompas.com - 08/05/2017, 18:37 WIB
Presiden Perancis Francois Hollande (kedua dari kanan) dan Presiden terpilih Emmanuel Macron (kedua dari kiri) muncul ke hadapan publik di dalam upacara peringatan 72 tahun kemenangan Perancis atas Nazi di Perang Dunia II, di Paris, Senin (8/5/2017).  AFP/PHILIPPE WOJAZERPresiden Perancis Francois Hollande (kedua dari kanan) dan Presiden terpilih Emmanuel Macron (kedua dari kiri) muncul ke hadapan publik di dalam upacara peringatan 72 tahun kemenangan Perancis atas Nazi di Perang Dunia II, di Paris, Senin (8/5/2017).
EditorGlori K. Wadrianto

PARIS, KOMPAS.com - Presiden terpilih Perancis Emmanuel Macron muncul berdampingan  dengan Presiden Francois Hollande, di Paris, Senin (8/5/2017).

Seperti diberitakan Associated Press, ini adalah penampilan publik pertama Macron bersama Hollande, sejak Macron mengundurkan diri sebagai menteri ekonomi pada bulan Agustus lalu.

Di masa itu pula, Hollande memutuskan untuk tidak maju menjadi calon presiden untuk masa jabatan kedua.

Keduanya muncul ke hadapan publik di dalam upacara peringatan 72 tahun kemenangan Perancis atas Nazi di Perang Dunia II.

Dalam upacara yang berlangsung di Champs-Elysees, Hollande terlihat mendekati Macron dan mencengkeram bahunya. Selanjutnya, kedua pria itu berjalan di bawah Arc de Triomphe.

Seperti diberitakan sebelumnya, Macron meraih kemenangan yang menentukan melawan pemimpin sayap kanan Marine Le Pen dalam pemilu, Minggu, 7 Mei 2017 kemarin.

Hollande pun telah membantu Macron dalam pertarungan di putaran II pilpres itu. Dia mengajak warga Perancis untuk memberikan pilihannya kepada Macron.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca: Presiden Hollande Minta Warga Perancis Tak Pilih Le Pen, Mengapa?

Dalam pernyataan yang disiarkan oleh jaringan televisi Perancis, presiden yang masa jabatannya hampir berakhir itu menyerukan kepada pemilih untuk menjatuhkan pilihan kepada Macron.

"Sekarang Emmanuel Macron adalah sosok yang akan membela nilai-nilai yang menyatukan rakyat Perancis pada masa yang penting, masa yang serius bagi Eropa, dunia dan Prancis," tegas Presiden dari Partai Sosialis ini.

Baca: Sekalipun Macron Menang, Ancaman Le Pen di Perancis Tetap Kuat

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.