Hari Ini dalam Sejarah: Kekalahan Perancis di Dien Bien Phu

Kompas.com - 07/05/2017, 19:00 WIB
Pasukan Perancis berlindung di parit-parit lembah Dien Bien Phu dari tembakan artileri yang dilepaskan pasukan Vietminh dari bukit-bukit di kejauhan. Unknown/WikipediaPasukan Perancis berlindung di parit-parit lembah Dien Bien Phu dari tembakan artileri yang dilepaskan pasukan Vietminh dari bukit-bukit di kejauhan.
EditorErvan Hardoko

KOMPAS.com - Sebelum Amerika Serikat terlibat dan babak belur dalam Perang Vietnam, Perancis yang terlebih dulu merasakan ganasnya perang di negeri Indo-China itu.

Bagi Perancis, 7 Mei 1954 akan selamanya dikenang dan dicatat dalam lembar hitam sejarah negeri itu.

Sebab di hari itulah, militer Perancis menderita kekalahan telak dalam pertempuran di Dien Bien Phu, sekaligus mengakhiri pendudukan Perancis di Vietnam.

Pada 2 September 1945, beberapa jam setelah Jepang meneken pernyataan menyerah tanpa syarat, pemimpin komunis Ho Chi Minh memproklamasikan berdirinya Republik Demokratik Vietnam.

Ho Chi Minh berharap, dengan proklamasi kemerdekaan itu, Perancis tidak akan mengklaim koloninya itu kembali.

Namun, negeri penjajah mana yang ingin kehilangan koloninya begitu saja? Pada 9 Oktober 1945, Jenderal Leclerc, komandan Korps Ekspedisi Perancis tiba di Saigon.

Tujuan utama Leclerc adalah memulihtkan stabilitas di Vietnam Selatan dan melakukan militerisasi Tonkin (Vietnam Utara).

Tujuan kedua adalah menunggu bantuan pasukan dari Perancis dalam upaya merebut kembali Hanoi yang diduduki China lalu menggelar negosiasi dengan para pemimpin Vietminh.

Pada 1946, Ho Chi Minh terpaksa menerima usulan Perancis yang memberikan status otonomi kepada Vietnam tetapi tetap berada dalam sebuah Uni Perancis.

Kondisi ini dengan cepat memicu konflik antara Perancis dan Vietam dengan peluru pertama dilepaskan pada 23 November 1946 yang dikenal dengan insiden Haiphong.

AL Perancis menembaki kota itu dan menewaskan setidaknya 6.000 warga sipil hanya dalam satu hari. Alhasil Vietminh bersedia melakukan gencatan senjata dan meninggalkan kota.

Namun, mundur bukan berarti menyerah, dalam waktu tak lama Jenderal Vo Nguyen Giap memimpin 30.000 personel militer untuk menyerbu Haiphong.

Meski kalah jumlah, dengan persenjataan yang lebih baik ditambah dukungan kapal perang, Perancis berhasil menggagalkan serangan Vo Nguyen Giap.

Konflik antara Vietminh dan Perancis berlanjut pada Desember di Hanoi yang membuat Ho Chi Minh harus meninggalkan kota dan mengungsi ke hutan di kawasan pegunungan.

Sejak saat itu konflik bersenjata antara pasukan Vietminh yang dipimpin Jenderal Vo Nguyen Giap dan Perancis terus terjadi.

Halaman:
Baca tentang


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X